Banjarmasin,KP – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin bergerak cepat dalam memantau stabilitas harga dan ketersediaan sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako).
“ Terutama selama bulan ramadhan sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024 tahun ini dimana harga sejumlah kebutuhan sembako cenderung mengalami kenaikan ,” ujar Awan Subarkah.
Kepada {KP} Selasa (27/2/2024) ia mengatakan, kenaikan harga sembako harus dikendalikan agar pengeluaran masyarakat tidak terbebani.
“ Salah satu upaya yang dilakukan seperti rutin melaksanakan operasi pasar atau pasar murah,” kata anggota komisi yang membidangi keuangan dan ekonomi ini.
Menurutnya selain operasi pasar Awan Subarkah juga meminta seluruh jajaran yang tergabung dalam tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk mengantisipasi barang kebutuhan lainnya yang bisa menjadi pemicu penyumbang laju inflasi.
Ia mengakui, meski tahun 2023 inflasi bisa dikendalikan , namun Pemko Banjarmasin harus terus tetap bisa mempertahankan capaian tersebut.
Masalahnya ujarnya, karena bila inflasi tinggi, maka dampaknya daya beli masyarakat akan mengalami penurunan.
Kembali ia menekankan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi yaitu dengan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok jangan sampai terjadi kelangkaan.
Awan Subarkah menandaskan, konsep inflasi adalah apabila supply dan demand atau persediaan dan permintaan berimbang dengan tetap menjaga kestabilan harga.
“ Karena itulah kesiapan TPID menjadi hal yang penting dalam upaya mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Dijelaskan tugas TPID kota/kabupaten yaitu melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Selain itu menyiapkan kebijakan pengendalian inflasi dengan memperhatikan kebijakan pengendalian inflasi tingkat provinsi dan nasional.(nid/K-3)















