Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Sistem Kesehatan Menurunkan Angka Kematian Ibu

×

Sistem Kesehatan Menurunkan Angka Kematian Ibu

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ummu Arsy
Pemerhati Perempuan

Kematian ibu akhir-akhir ini menjadi sorotan, dikutip dari Kompas.com.. Akses kesehatan yang sulit menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil yang tinggal di pulau-pulau kecil wilayah utara Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tantangan semakin tinggi saat cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga menyulitkan proses rujukan. Ibu hamil dalam kondisi darurat yang hendak melahirkan di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan tak bisa dirujuk secepatnya ke RSUD Sumbawa. Lantaran lambannya penanganan dan akses perjalanan yang tak mudah, ibu hamil tersebut meninggal dunia pada akhir Januari 2026

Kalimantan Post

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof Budi Wiweko menyoroti masih tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Indonesia saat ini menjadi negara ketiga dengan kasus AKI tertinggi di Asia Tenggara, sebanyak 189 kematian per 100 ribu kelahiran ibu.

Kematian ibu disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti data pada 2022, dari total sekitar 3.500 kematian ibu di Indonesia, sebanyak 20,9 persen disebabkan oleh perdarahan, 22,4 persen disebabkan oleh preklamsia, dan sebanyak 4,9 persen akibat infeksi.

“Indonesia kini berada di dalam fase krusial. Meskipun kemajuan telah dicapai, beban kesehatan perempuan tetap mengkhawatirkan. Setiap hari rata-rata 22 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas,” ungkap Prof Budi pada awak media, di Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). Healty detik.com, Jakarta, 26 November 2025

Minimnya dokter kandungan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar merupakan ketimpangan distribusi mengakibatkan tingginya resiko kesehatan ibu dan anak. Keterlambatan penanganan darurat pada ibu dan anak yang sering kali berdampak pada kematian ibu dan anak.

Angka kematian ibu di Indonesia menunjukan angka yang tinggi. Hal ini dapat dikatakan bahwa Negara telah gagal dalam menyelamatkan ataupun melindungi nyawa ibu yang nantinya akan berdampak pada kesehatan keberlangsungan tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Selomba, Sabun Ecoenzim dari Limbah Organik MBG

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia khususnya. Kesehatan saat ini jauh dari kata dapat dinikmati setiap individu di Negara ini. Hal ini tentu tidak lepas dari sistem yang diterapkan saat ini, yaitu sistem kesehatan yang kapitalis.

Dalam sistem kapitalisme, kesehatan dianggap sebagai komoditas, sehingga harus dipenuhi dengan tujuan materi (ktuntungan), bukan untuk pelayan yang mudah dan gratis bagi rakyat, baik rakyat kaya ataupun miskin. Sistem ini juga hanya peduli pada jumlah tenaga kesehatan, tetapi tidak memperhatikan distribusi tenaga kesehatan tersebut, sehingga wajar tenaga kesehatan sebaran banyak bertemapat di kota-kota besar, dan minim di daerah pedesaan, khusunya termasuk daerah 3T.

Walaupun banyak tenaga kesehatan bukan berarti mampu menjangkau semua daerah karena terkendala distribusi, sehingga tidak mampu menyelesaikan masalah kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan. Selain itu Negara hanya bertindak sebagai regulator, bukan sebagai pengurus rakyat yang melayani rakyat dengan memenuhi semua kebutuhan rakyat.

Kesehatan adalah bagian terpenting dalam kehidupan. Sebagai seorang muslim yang mengimani Islam sebagai agama yang benar, tentunya sudah seharusnya menjadikan Islam sebagai solusi dalam setiap menyelesaikan masalah di kehidupan baik secara individu, masyarakat maupun Negara. Islam memposisikan Kesehatan selalu menjadi hal yang wajib diperhatikan oleh Negara bagi rakyatnya. Pemenuhan kesehatan menjadi tanggung jawab negara seperti pemenuhan kebutuhan pokok. Sebagimana Nabi saw. bersabda:

Imam (Khalifah) laksana penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari).

Kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Negara menyediakan fasilitas pendidikan yang murah untuk menjadi tenaga kesehatan, sehingga tidak diperlukan biaya yang cukup banyak (mahal), kemampuan fisik dan mental bagi yang menginginkan profesi tersebut.

Baca Juga :  Bantuan Hukum Gratis bagi Tahanan Miskin: Bagaimana Cara Mengaksesnya?

Bagi Rakyat untuk mendapatkan fasilitas dan tenaga kesehatan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal, bahkan gratis dengan layanan kesehatan yang memadai. Tidak boleh ada daerah yang kekurangan layanan kesehatan, selain itu juga harus adanya infrastruktur (seperti jalan) untuk memudahkan akses masyarakat terhadapa layanan kesehatan.

Dana Kesehatan dapat diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara ataupun harta milik umum. Baitulmal memiliki sumber pemasukan yakni: Pertama, dari harta zakat, sebab fakir atau miskin (orang tak mampu) berhak mendapat zakat. Kedua, dari harta milik negara baik fai’, ghanimah, jizyah, ‘usyur, kharaj, khumus rikaz, harta ghulul pejabat dan aparat, dsb. Ketiga, dari harta milik umum seperti hutan, kekayaan alam dan barang tambang, dsb. Jika semua itu belum cukup, barulah negara boleh memungut pajak (dharibah) hanya dari laki-laki muslim dewasa yang kaya. Wallahu’alam.

Iklan
Iklan