Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Hakikat Manusia

×

Hakikat Manusia

Sebarkan artikel ini

Oleh : H. Ahdiat Gazali Rahman
Pemerhati Hukum, Agama, Politik dan Sosial

Kita selalu mendengar, menyaksikan dan merasakan, bahwa manusia itu adalah makhluk yang sangat lengkap jika dibandingkan dengan makhluk lain. Makhluk yang bernama manusia, dari satu generasi, dari satu zaman ke zaman yang lain selalu berubah ke arah yang lebih baik, baik dari segi prilaku, tata kehidupan dan teknologi yang digunakan selalu berubah ke arah yang lebih sempurna. Sehingga para ahli filosopi sejarah manusia membagi manusia itu kepada tiga kategori, yakni manusia zaman purba, manusia zaman berkembang dan manusia zaman modern. Manusia zaman purba, karena kehidupan mereka sangat terikat dengan alam, hidup sesuai dengan konsep alam, mereka belum mampu merubah alam, untuk jadi penopang kehidupan mereka. Manusia zaman berkembang manusia mencoba memulai memanfaat alan sekitar dengan merubah demi kepentingan hidupnya, zaman itu telah ditemukan peralatan yang mampu merubah alam, namun masih sangat sederhana, manusia masih punya peran sangat besar, sedangkan alat hanya pelengkap yang punya peran sangat minim. Sedangkan zaman modern adalah kehidupan manusia yang hampir semua telah diserahkan pada teknologi. Peran tenaga manusia sangat dibatasi, bahkan di sebagian negara, tenaga manusia telah digantikan oleh para robot atau teknologi. Sebagai contoh kecil pada zaman purba, manusia yang ingin melihat sesuatu di tempat yang jauh, harus melakukan sendiri dengan jalan kaki, pada masa berkembang telah ditemukan alat teransportasi namun masih diperlukan tenaga manusia seperti sepeda, motor. Namun pada zaman modern, untuk mendatangi tempat yang jauh tak perlu lagi menggunakan tenaga, karena telah ditemukan alat teransportararsi yang dijalankan oleh teknologi, tenaga manusia sudah tidak dominan dalam mencapai tempat tersebut arah dan jalan dilaksanakan oleh teknologi.

Kalimantan Post

Berdebatan

Namun berkembangan manusia itu ada yang berkembangnya mundur ke belakang, sebagaimana yang ramalkan para malaikat, ketika Allah akan menciptakan manusia, apa itu? Ramalan malaikat bahwa, “Manusia selalu ingin melakukan kehancuran dan pertumpahan darah di muka bumi”, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!”. (QS. Al Baqarah : 30). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”. Firman Allah SWT itu seolah terjadi sekarang jika melihat perilaku manusia sekarang banyak sekali melakukan kehancura, begitu mudahnya tekhlogi yang ditemukan untuk menhancur kan sebuah bangunan yang dibuat dalam waktu lama, menghancurkan hanya dalam hitungan detik, demikian pertumpahan darah hampir tiap detik terjadi, apakah oleh orang belum punya pengetahuan, atau dilakukan mereka yang punya pengetahuan, mereka yang punya pengetahuan untuk membunuh atau memusnahkan manusia yang jumlah banyak tak perlu menggunakan waktu dan tenaga yang banyak cukup dengan beberapa bom alat teknologi yang mereka temukan atau dibuat menghancurkan kota dan munusia yang hidup di kota tersebut tidak perlu menggunkan waktu yang banyak (ingat pemboman Nagasaki dan Herosima ketika perang dunia II), tak butuh waktu lama, alat yang banyak, dapat menghilangkan ribuan nyawa saat itu, adalah teknologi yang ditemukan manusia.

Baca Juga :  Korban Kejahatan Dijadikan Tersangka, Dimana Letak Keadilan?

Hakikat Penciptaan Manusia

Jika melihat kepada semua petunjuk agama, khusus agama Islam penciptakan manusia adalah dalam rangka sebagaimana bunyi firman Allah SWT, “Dia menciptakan manusia dan jin semata-mata agar mereka beribadah kepada-Nya. Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk sekedar tidur, bekerja, makan maupun minum melainkan untuk melengkapi bumi ini dan beribadah kepada-Nya”. (QS. Adz Dzariyat : 56).

Para Ahli agama Islam menyimpulkan tujuan Allah SWT menciptakan manusia adalah : 1. Sebagai makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lain. sebagaiman firman Allah SWT, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At Tin : 4); 2. Untuk beribadah dan bertakwa pada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz Dzariyat : 56); 3. Sebagai pengurus bumi dan seisinya. Khalifah adalah hamba Allah yang ditugaskan untuk menjaga kemaslahatan dan kesejahteraan dunia; 4. Diberi derajat tinggi untuk mengatur, mengelola dan mengolah semua potensi yang ada di muka bumi. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al An’am : 165); 5. Mengemban Amanah, berupa kesanggupan manusia memikul beban taklif yang diberikan oleh Allah SWT, sesuai firmanNya, “Sesungguhnya kami Telah meng emukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semua nya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan meng khianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al Ahzab : 72); 6. Agar manusia senantiasa mengetahui maha kuasanya Allah SWT. Ini meliputi pemahaman bahwa seluruh alam semesta, termasuk bumi, tata surya dan seisinya terbentuk atas kuasa Allah SWT. Sebagaiman firmanNya, “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa sanya Allah Maha-Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (QS. At Thalaq : 12); 7. Sebagai makhluk pilihan yang dimuliakan oleh Allah dari makhluk ciptaan-Nya yang lainnya. Islam menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia berasal dari tanah, kemudian menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk Allah SWT yang paling sempurna dan memiliki berbagai kemampuan.

Baca Juga :  LSL DOMINASI KASUS HIV DI KALSEL

Dimiliki Manusia

Agama Islam mencatat ada empat macam keistimewaan yang diberikan Oleh Allah kepada manusia, yakni akal, agama, rasa malu dan amal shalih. Dengan empat keistemewaan yang dimilikinya, manusia dapat menjadi seorang pemimpin di bumi dan mendapat kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, sehingga dalam Islam disebut Khalifah. Sebagai khalifah, manusia dianugerahi keistimewaan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Namun di sisi lain, manusia juga diberi nafsu, sehingga perbuatan manusia terkadang bukan didasari oleh empat keistemewaan yang diberikan Allah, namun bergeser hanya berpedoman pada nafsu semata sehingga menimbulkan korban, baik pada alam semesta maupun sesama manusia. Nafsu yang menguasai manusia itulah yang sekarang nampak dalam kehidupan, mereka yang menguasai teknologi bukan lagi untuk melakukan apa yang dianjurkan oleh agama, namun sangat jauh menyimpang dari apa sebanarnya, mereka melakukan pengrusakan dan pembunuhan sebagaimana ramalam malaikat ketika Allah bertanya kepadanya untuk menciptakan manusia.

Nafsu Hewani.

Perbuatan manusia yang telah dirasuki oleh nafsu seolah mengalahkan mahkluk hewan, perilaku yang ditunjulkan lebih buruk daripada hewan, dalam perjalanan sejarah hewan-hewan yang buas tak pernah melakukan pembunuhan pada temannya, hewan hanya melakukan suatu bentuk pengusiran, kerena perebutan kekuasan atau perubutan suatu sukuhan makanan, tapi jika yang diperebutkan telah berhasil didapatkan, dikuasi mereka tidak mencoba lagi untuk membuat sakit atau bahkan membunuh lawannya, berbeda sekali dengan manusia yang diberi akal yang seharus nya di gunakan manusia dalam bertindak sehingga mengurangi korban alam dan sesame manusia, jika mengikuti pemberitaan hampir tiap saat terjadi penghancuran alam lingkungan manusia, setiap saat terjadi pem bunuhan yang dilakukan oleh manusia pada manusia lain, yang terkadang hanya bersumber dari hal sepele, seperti karena pandangan mata, kurang sepaham dalam pemikiran, bukan kelompoknya dan banyak lagi sebab seperti yang bisa mendatangkan mudharat bagi manusia. Hal ini sejalan dengan hadist Nabi SAW, “Ada empat perkara sebagai mutiara manusia, yang dapat hilang dengan empat perkara lain, ialah : Akal dihilangkan oleh nafsu yang melahirkan marah, Agama di hilangkan oleh hasud, Malu dihilangkan oleh tamak, dan amal shalih dihilangkan oleh menggunjin, manusia yang melakukan perbuatan jahat itu adalah yang manusia selalu menuruti hawa nafsu, hilang akalnya, lupa tuntutan agamanya, hilang malunya, lupa perbuatan yang selama ini telah dilakukannya.

Harapan

Memahami tujuan hakikat penciptaan manusia, akan membuat manusia lebih bersyukur dan menghargai sesama makhluk hidup, tidak melakukan hal yang mendatangkan kerugian pada alam semesta pada makhluk hidup lain umumnya dan pada manusia khususnya. Menyadarkan manusia bahwa manusia adalah makhluk baik dalam dunia dibandingkan makhluk, tunjukkan kebaikan itu agar manusia tidak dikatagorekan hewan yang berujud manusia.

Iklan
Iklan