ITALIA, Kalimantanpost.com – Kiper Tim nasional Indonesia, Emil Audero Mulyadi gagal membawa Cremonese bertahan di Serie A Liga Italia usai dikalahkan klub milik pengusaha Indonesia, Como dengan skor 1-4 di Stadio Giovanni Zini, Italia, Senin (25/5/2026) dinihari WIB.
Cremonese harus kembali turun ke Serie B musim depan karena berada diperingkat ke-18 dengan 34 poin dari 38 kali main, sedangkan saingannya Lecce menang atas Genoa 1-0 hingga memperoleh poin 38.
Sebaliknya bagi Como dengan kemenangan tersebut mengukir sejarah menempati peringkat keempat sekaligus untuk lolos ke Liga Champions UEFA. Ini menyusul kekalahan mengejutkan AC Milan 2-1 di kandang melawan Cagliari.
Como yang baru dua tahun promosi ke Serie A memperoleh 71 poin, sedangkan AC Milan diperingkat kelima dengan 70 poin.
Emil sendiri dalam pertandingan tersebut melakukan dua penyelamatan dan kebobolan empat gol, sehingga rating yang diberikan flashscore cukup rendah hanya 5,3 saja.
Terlepas penampilan kurang maksimal dipertandingan terakhir, secara keseluruhan penampilan kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 29 tahun lalu tampil begitu mentereng dibawah mistar gawang Cremonese.
Nah, dengan penampilan apiknya nanti, apakah Emil Audero akan kembali ke klub induknya FC Como musim depan, setelah masa pinjamannya bersama Cremonese selesai atau ke Juventus yang terus mengincarnya.
Sementara itu,
Como yang ingin mengukir sejarah bermain di klub Liga Champions lebih dominan melakukan serangan. Klub milik pengusaha Indonesia
Barulah di menit 36, Como mendapat peluang melalui
Anastasios Douvikas menyambut umpan silang lambung yang akurat di dalam kotak penalti, mengontrol bola, dan melepaskan tembakan keras ke arah tiang kanan. Upaya berbahayanya diblok oleh Emil Audero, yang melakukan penyelamatan gemilang. Namun, bola rebound berhasil direbut Jesus Rodriguez dan melepaskan tembakan membentur pemain belakang Como, Jesus Rodriguez, sehingga melewati kiper Emil Audero yang tak berdaya.
Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Como semakin memperbesar keunggulan di menit 51. Jesus Rodriguez menunjukkan visi yang luar biasa untuk menemukan Anastasios Douvikas dengan umpan cerdik di dalam kotak penalti, dan tembakan pertamanya tepat sasaran dan meluncur ke sudut kiri bawah gawang Emil, kedudukan berubah menjadi 2-0.
Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 ketika Federico Bonazzoli melepaskan tendangan penalti tepat ke tengah gawang, tanpa memberi kesempatan kepada kiper. Hadiah penalti diberikan wasit karena Jacobo Ramón melakukan pelanggaran dan berujung penalti setelah menjatuhkan Jamie Vardy.
Kali ini giliran Como mendapat hadiah penalti setelah Matteo Bianchetti berbenturan dengan Douvikas.
Lucas Da Cunha yang menjadi algojo pada menit 74 berlari menuju bola, berhenti dan menunggu Emil Audero melakukan gerakan sebelum menceploskan bola dari titik penalti ke tengah gawang. Kedudukan jadi 3-1 untuk Como.
Sebelumnya, pemain Cremonese David Okereke diberi kartu merah meskipun dia tidak berada di lapangan karena melakukan protes berlebihan.
Como memperbesar keungggulan menjadi 4-1 pada menit 81 lewat Lucas Da Cunha yang menerima umpan mematikan, berhadapan satu lawan satu dengan kiper Emil Audero dan melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang. (ful/KPO-3)















