Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Tak Tunggu Kewenangan, Lisa Halaby Turun Langsung Tangan Tangani Genangan Air

×

Tak Tunggu Kewenangan, Lisa Halaby Turun Langsung Tangan Tangani Genangan Air

Sebarkan artikel ini
Hal 6 5 KLm Foto BJB 2 Gabung 1
TINJAU DRAINASE: Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby bersama jajaran Dinas PUPR meninjau sejumlah titik genangan dan saluran drainase di Kota Banjarbaru. Pemkot menyiapkan penanganan cepat sambil mendorong solusi permanen bersama pemerintah provinsi dan BPJN. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP– Hujan yang masih rutin mengguyur Kota Banjarbaru kembali memunculkan persoalan lama: genangan di sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan menghambat mobilitas.

Alih-alih menunggu laporan menumpuk, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memilih turun langsung ke lapangan. Rabu (3/6), ia bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau sejumlah titik drainase hingga kawasan Bundaran Banjarbaru yang saat ini tengah menjalani perbaikan jalan.

Kalimantan Post

Bagi Pemkot Banjarbaru, persoalan genangan bukan semata masalah teknis. Dampaknya bersinggungan langsung dengan keselamatan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik.

“Kami terus melakukan pemantauan kondisi drainase dan titik-titik yang sering terjadi genangan di sejumlah ruas jalan Kota Banjarbaru. Langkah ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar dan meminimalkan dampak saat curah hujan tinggi,” ujar Lisa.

Dalam peninjauan tersebut, Lisa terlihat berdiskusi langsung dengan tim teknis terkait hambatan aliran air dan opsi percepatan penanganan di lapangan.

Hal 6 5 kLM Foto BJB 1 Gabung 2

Usai memeriksa drainase, rombongan bergerak menuju kawasan Bundaran Banjarbaru, salah satu simpul lalu lintas utama di Kalimantan Selatan. Di lokasi tersebut, ia memastikan progres perbaikan jalan berjalan sesuai rencana.

“Selain memantau drainase, kami juga meninjau langsung perbaikan jalan di kawasan Bundaran Banjarbaru untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Menurut Lisa, kualitas jalan dan sistem drainase merupakan satu kesatuan. Jalan yang baik harus didukung sistem pembuangan air yang memadai agar kerusakan akibat genangan dapat diminimalkan.

Pemkot Banjarbaru juga mengakui sebagian titik genangan berada di koridor Jalan Ahmad Yani yang masuk kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Namun, persoalan kewenangan dinilai bukan alasan untuk menunda penanganan.

Baca Juga :  Dinkes Banjarbaru Waspadai Hantavirus di Lapas, Edukasi Petugas dan Warga Binaan

“Perbaikan infrastruktur jalan ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional. Kolaborasi ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat,” ungkap Lisa.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Banjarbaru, Denny Pramuji, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah penanganan cepat sambil menunggu penanganan permanen.

“Sesuai arahan Ibu Wali Kota Banjarbaru, Dinas PUPR akan melakukan penanganan cepat sementara untuk mengurangi titik-titik genangan, khususnya di Jalan Ahmad Yani Kota Banjarbaru,” jelasnya.

Pemkot juga telah mengirim surat resmi dan memperkuat koordinasi dengan BPJN Kalimantan Selatan. Menurut Denny, respons yang diberikan cukup positif.

“Kami sudah melakukan peninjauan bersama dan saat ini sedang disusun perencanaan DED untuk titik-titik genangan sesuai surat dari Ibu Wali Kota. Harapannya setelah perencanaan selesai tahun ini dapat dilanjutkan pelaksanaan fisiknya,” katanya.

Langkah cepat pemerintah daerah itu mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi melalui media sosial karena pemerintah dinilai hadir langsung menangani persoalan yang mereka rasakan sehari-hari.

Bagi Lisa, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau memperbaiki drainase. Lebih dari itu, pembangunan harus memberi dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Yang paling utama adalah masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari setiap pembangunan yang dilakukan. Infrastruktur yang baik bukan hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup warga Banjarbaru,” tegasnya. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan