Banjarmasin, KP – Selain DPC Peradi Banjarmasin, kubu dari Prof Dr H Fauzie Yusuf Hasibuan SH, MH, yang pastikan melaksanakan…
Berita Terbaru
Kapolda Irjen Pol Dr Nico Afinta Kunjungi Kampung Tangguh Banyu Hirang
Amuntai, KP – Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Nico Afinta didampingi dengan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs H…
Rehab Rumah Nenek Guliah Menjadi Layak Huni
Marabahan, KP- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Batola) oleh Kodim 1005/Marabahan menjadi bukti…
Kalimantan Post
Tahun Ajaran Baru Masuk Sekolah, Wakil Bupati HST Monitoring
Barabai, KP – Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan pada hari ketiga tahun ajaran baru 2020/2021 melakukan monitoring ke beberapa…
Bupati HST Bersama Kapolda Kalsel, Korem 101 Antasari dan Forkopimda Provinsi Kalsel Tinjau Kampung Tangguh di HST
Barabai, KP – Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, SIK SH MH bersama Kasrem101 Antasari Kolonel Parulian Marpaung, S.Sos,…
Pekerja Kalah Bersaing, Indonesia Dorong Investasi Lewat RUU Cipta Kerja
Banjarmasin, KP – Guru Besar Ekonomi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Prof. Handry Imansyah menilai produktifitas pekerja dan buruh di Indonesia yang kalah saing dibanding negara tetangga, membuat pemerintah harus mendorong investasi baru salah satunya melalui RUU Cipta Kerja.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas melambat dengan adanya Covid. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga ya ada dua cara yakni dengan mendorong investasi baru secara kapital atau meningkatkan produktivitas pekerja. Kondisi saat ini, jelas produktivitas pekerja dan buruh kita ini bermasalah. Jangankan di tingkat Asia, di tingkat ASEAN saja kita kalah saing,” kata Handry dalam diskusi virtual yang dilakukan PWI Kalimantan Selatan, Rabu (15/7).
Menurut Handry, pertumbuhan produktivitas Indonesia sangat lambat nyaris di sektor-sektor di mana negara-negara lain justru unggul. Dari 2010-2014, bahkan hanya beberapa sektor seperti garmen, karet, dan plastik yang produktivitasnya bisa bersaing.
“Dari data pertengahan dekade ini, pertumbuhan produktivitas kita hanya dapat skor 0,4. Ini tertinggal dibandingkan Filipina (0,7), Malaysia (1,0), dan Singapura (1,3). Bahkan tren lima tahun terakhir Vietnam dan Kamboja sudah lebih superior produktivitas buruhnya dibanding Indonesia,” kata Handry.
Ekonom asal Kalimantan ini juga menekankan bahwa dalam persaingan global ekonomi saat ini, para pekerja juga perlu melihat negara-negara tetangga dan saingan untuk menetapkan tuntutan. “Kalau kita hanya melihat kondisi di dalam negeri saja, ini seperti katak dalam tempurung. Kenyataannya, investor pasti akan masuk di negara yang produktivitasnya tinggi. Di Indonesia saat ini keadaannya produktivitasnya rendah, upah pekerjanya juga lebih tinggi,” kata Handry.
Oleh karenanya, Handry melihat pemerintah sebagai pengambil keputusan memang harus segera mendorong kebijakan dan insentif lain demi menarik investasi baru agar terhindar pertumbuhan ekonomi yang minus.
“Kesempatan kerja harus dibuka, tidak bisa dinafikan perlu ada investasi baru. Insentif-insentif dan kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business yang sudah bagus ini harus ditingkatkan lagi melalui RUU Cipta Kerja,” kata Handry melanjutkan.
Saat ini, pilihan untuk melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja dinilai sudah tepat. Pengesahan beleid lebih cepat juga diyakini bisa segera mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia. “Dari berbagai pilihan yang bisa dilakukan, peningkatan investasi jadi yang paling mungkin untuk dikejar saat ini sehingga memang perlu ada regulasi yang mengatur kemudahan investasi ini,” kata Handry menutup.(vin/KPO-1)
RUU Cipta Kerja Solusi Menggeliatkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19
Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Siswansyah mengklaim sebanyak 10.000 orang lebih tenaga kerja di Banua ikut terdampak Pandemi Covid-19.
Karena itulah dirinya mengatakan, pemerintah sedang berupaya menggeliatkan sektor ekonomi untuk menekan angka pengangguran dengan membuat berbagai kebijakan, salah satunya mendorong lahirnya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menarik banyak investor masuk dan menyerap tenaga kerja.
Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan seminar daring dengan tema “RUU Cipta Kerja: Sebuah Peluang Terciptanya Lapangan Kerja Bagi Pengangguran” yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Rabu (15/7/2020) via Aplikasi Zoom.
“10.000 orang lebih tenaga kerja di Kalsel kami hitung sudah terdampak adanya pandemi Covid-19, angka tersebut adalah mereka yang dirumahkan maupun di PHK. Data itu kita dapatkan dan kumpulkan dari organisasi Serikat Pekerja terdaftar maupun mandiri hingga perusahaan yang melaporkannya ke disnaker yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel,” ungkapnya.
Karena itulah kehadiran RUU Cipta Kerja sendiri diharapkan dapat menjadi angin segar untuk kembali menggeliatkan sektor ekonomi di Indonesia setelah badai Pandemi Covid-19 berakhir nantinya.
“Melalui RUU Cipta Kerja harapannya investor setelah Pandemi Covid-19 berakhir jadi tertarik dalam menginvestasikan uangnya ke Indonesia untuk membuka usaha dan menyerap tenaga kerja yang terdampak Covid-19,” tambahnya.
Sementara itu, Pakar Ekonomi Universtas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Dr. M Handry Imansyah, MAM juga menambahkan, RUU Cipta Kerja baginya diperlukan untuk membuat kepastian bagi semua pemangku kepentingan untuk mendorong geliat sektor ekonomi yang kini sedang terdampak Pandemi Covid-19.
Namun memang diakuinya dalam perjalan pengesahannya RUU Cipta Kerja sendiri mendapatkan protes dari berbagai pihak, khususnya para buruh. Hal ini karena dalam beberapa klausulnya di klaim merugikan mereka, khususnya dalam hal pengupahan.
“Pada prinsipnya RUU Cipta Kerja sangat baik, karena dapat membuat investor tertarik untuk berinvestasi maupun menyederhanakan berbagai perizinan. Namun memang untuk beberapa pasal yang menjadi perdebatan hendaknya dapat dibahas bersama dengan semangat kepentingan nasional, agar dapat diperoleh solusi supaya pengesahan RUU ini tidak berlarut-larut,” harapnya.
Baginya saat ini saja melalui simulasi yang dilakukannya dengan persentase 15 persen pelaku usaha terdampak Pandemi Covid-19, sudah ada kurang lebih 15.000 orang kehilangan pekerjaannya di Banua. Angka ini sebenarnya jauh lebih tinggi jika melihat keadaan yang sebenarnya.
“Karena itulah RUU Cipta Kerja ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan kembali ekonomi nasional setelah Pandemi Covid-19 berakhir nantinya,” tukasnya.(vin/KPO-1)
RUU Cipta Kerja Solusi Menggeliatkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Siswansyah mengklaim sebanyak 10.000 orang lebih tenaga kerja di…
Dispersip Kalsel Inginkan Pustakawan Wakili di Tingkat Nasional Bisa Juara
Banjarmasin, KP – Sembilan Pustakawan terbaik dari tujuh kabupaten/Kota ambil bagian untuk menjadi perwakilan ketingkat Nasional yang diseleksi oleh Dinas Perpuastakan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi kalimantan Selatan.
.
Para pustakawan yang terdiri dari Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Dispersip kabupaten kota tersebut mengikuti sejumlah tes yang berlangsung di Aula Dispersip Provinsi Kalsel Rabu (17/7/2020).
Sekretaris Dinas Perspustakaan dan Arsip Kalsel M Ramadhan mengatakan pemeilihan putakawan tersebut adalah sebagai peningkatan sumber daya perpustakaan agar lebih meningkat dan menumbuh kembangkan minat di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan Perpustakaan Provinsi kalsel dimana mengekspresikan sumber daya para perpustakawanan agar lebih kreatif dan meningkat,” kata Ramadhan.
Dalam tes pemilihan tersebut para peserta nantinnya bakal menjawab sejumlah pertanyaan dan mempresentasikan ide-ide pengembangan layanan perpustakaan .
“Kita mengharapkan ada perwakilan pustakawan dari Kalsel yang mewakili juara di tingkat Nasional nanti, semoga saja mereka mampu melewatinnya,” ucap Ramadhan
Dicontohkan Ramadhan, Kalsel memiliki Ahmad Syawqi, seorang pustakawan yang berprestasi di tingkat internasional, tepatnya di ajang Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL) ke-XVII di Myanmar 2-5 Mei 2018 lalu. Syawqi berhasil meraih juara 2 dan meraih medali Silver (perak) dalam CONSAL Outstanding Librarian Award ke- XVII.
“Kita mengharapkan terlahir Syawqi- syawqi lain yang bisa pula mengharumkan nama daerah,” katanya.
Sementara salah seorang peserta pustakawan, Hamsinah mengatakan, ini merupakan uji kemampuan para pustakawan-pustakawan guna untuk lebih meningkatkan prestasi.
“Semoga saja Kalimantan Selatan mampu menciptakan pustakawan-pustakawan yang berprestasi,” katanya.
Para peserta terdiri dari kalangan pustakawan sekolah, perguruan tinggi, dan dispersip kabupaten/kota yang berasal dari daerah Tanjung, HSU, HSS, Kabupaten Banjar, Tala serta Banjarmasin yang terdiri dari kalangan pustakawan sekolah, perguruan tinggi, dan dispersip kabupaten kota (fin/KPO-1)
Pedagang HSU Keluhkan Larangan Berjualan
Banjarmasin, KP – Pedagang kaki lima di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengeluhkan larangan berjualan di wilayah Kabupaten Tabalong, yang sudah berlaku lebih dari empat bulan.
Bahkan pedagang keliling ini berencana melakukan aksi boikot terhadap pedagang yang berjualan di wilayah Kabupaten HSU, mengingat mereka kehilangan penghasilan.
“Kita kehilangan penghasilan yang cukup besar selama pemberlakuan larangan berjualan di Kabupaten Tabalong, karena alasan mencegah penyebaran Covid-19,” kata salah seorang pedagang, H Humaidi kepada wartawan, Rabu (15/7/2020), di Banjarmasin.
Padahal pasar yang menjanjikan ini berada di Kabupaten Tabalong, seperti Pasar Kelua, Pasar Mabuhun dan Pasar Muara Uya pada hari Kamis, Sabtu dan Minggu. “Jumlah kita cukup besar mencapai 500 orang pedagang,” tambahnya.
Keluhan ini disampaikan ke anggota DPRD Kalsel dari daerah pemilihan Kalsel VI, yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan dan Tabalong, didampingi Wakil Ketua DPRD HSU, Mawardi dan Ketua Komisi II DPRD HSU, Fadillah.
“Selama ini pedagang tidak bisa berjualan di Kabupaten Tabalong, karena ada surat edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabalong, tanggal 17 Juni. Yang melarang pedagang untuk berusaha di daerah mereka,” kata Wakil Ketua DPRD HSU, Mawardi.
Saat mengadu di DPRD HSU, tidak sedikit pedagang yang sampai meneteskan air. Mereka merasa cukup frustasi jika aturan di Tabalong tentang larangan berdagang akan makin menurunkan kondisi ekonomi.
Selain itu, mereka siap mengikuti peraturan jika memang di berlakukan. “Seperti di daerah tangga, di Barito Timur. Pedagang bisa berjualan asalkan menunjukan hasil rapid test,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten HSU, Fadillah agar DPRD Kalsel menindaklanjuti agar kekhawatiran itu tidak terjadi.
“Salah satunya dengan menjembatani mediasi dengan Pemkab Tabalong, karena upaya yang dilakukan selama ini belum direspon kabupaten tetangga,” kata Fadillah.
Padahal dengan pengaduan pedagang pada 24 Juni lalu, DPRD HSU berkomunikasi dengan DPRD Tabalong yang berjanji akan membantu mediasi dengan pemerintah. “Yang kami miris, setelah mereka masuk Tabalong dan buka lapak dagangan, justru ditertibkan. Padahal di perbatasan waktu itu tidak ada dijaga,” tambahnya.
Sementara itu, Hormansyah mengharapkan Pemkab Tabalong bersikap bijak dengan mencabut surat edaran tersebut, dan DPRD Kalsel akan memfasilitasi mediasi antara Pemkab HSU dan Tabalong, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut.
“Kalau memang pedagang harus menaati protokol kesehatan saat masuk daerah tersebut, ya mereka pasti akan taat. Tapi jangan sampai dilarang berjualan,” pungkasnya. (lyn/KPO-1)
H Andi Arsyad Tutup Usia. H Yuni: Beliau Sosok Teladan
Banjarmasin, KP – Kepergian H Andi Arsyad Bin Conding, meninggalkan rasa duka cita mendalam bagi H Andi Syamsudin Arsyad atau biasa dikenal H Isam dan keluarga besarnya. Sang ayah berpulang pada Selasa (14/7) sore, setelah menderita sakit.
Duka cita turut dirasakan para ulama, habaib, pejabat, tokoh masyarakat dan kolega yang hadir dalam prosesi pemakaman pada Rabu (15/7) pagi.
Begitu pun yang dirasakan H Yuni Abdi Nur Sulaiman. Begitu mendengar kabar duka, H Yuni, panggilan akrabnya, langsung bertolak ke Batulicin, Rabu (15/7) dinihari tadi.
Baginya, sosok H Andi Arsyad sudah dianggap sebagai orangtua yang selalu membimbing dan perhatian kepada anak-anak dan keluarga.
“Kami merasa kehilangan atas kepergian ayahnda H Andi Arsyad. Beliau merupakan sosok ayah teladan, ayah yang perhatian. Juga, terhadap ulun pribadi. Almarhum sangat baik, selalu memberikan nasehat dan bimbingan dalam menjalani kehidupan,” tutur H Yuni mengenang sosok almarhum semasa hidupnya.
Semoga, lanjutnya, semua kebaikan yang dilakukan almarhum semasa hidup menjadi amal jariah. “Almarhum orang yang baik, mudah-mudahan semua kebaikan dan amal ibadah beliau, menjadi pahala yang dilipatgandakan Allah SWT,” ucap Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat itu.
Selain mendoakan almarhum, H Yuni juga memberikan dukungan moril untuk H Isam dan keluarga. “Ulun mewakili keluarga dan Hasnur Group, juga mendoakan, Pak Haji Isam sekeluarga bisa bersabar dan ikhlas melepas kepergian ayahnda. Semoga Allah merahmati kita semua,” harapnya, usai acara pemakaman.
Diketahui, H Andi Arsyad wafat dalam usia 73 tahun. Almarhum lahir pada tanggal 1 Februari 1947 dan wafat pada hari Selasa, 14 Juli 2020.
Masih Musim Hujan, Karhutla Patut Diwaspadai
Balangan, KP – Cuaca panas yang akhir-akhir ini seringkali ‘selingkuh’ dengan guyuran hujan, tidak membuat tim Karhutla KPH Balangan galau.
Meski belum memasuki puncak musim kemarau, KPH Balangan terlebih dahulu mengambil langkah untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Senin (13/7).
Sosialisasi tersebut untuk meminimalisir fenomena tahunan di beberapa titik rawan, seperti di Desa Mamigang dan Marajai Kecamatan Halong.
Langkah-langkah pencegahan tentunya lebih diutamakan, terlebih pada dua desa tersebut juga termasuk desa peduli karhutla.
M Yasin, anggota TKPH yang terlibat dalam giat sosialisasi mengatakan sosialisasi ini lebih kepada penekanan kesadaran masyarakat akan bahaya karhutla, baik individu maupun kelompok atau komunitas.
“Kita tekankan kepada masyarakat, jangan mudah terkecoh. Meski masih turun hujan, bukan nihil karhutla. Prediksi kita puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Tetap waspada, hindari kegiatan yang dapat menimbulkan karhutla seperti membuang puntung rokok sembarangan. Dan yang paling penting jangan membakar hutan dan lahan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Iman Noari (Bakrim) juga menyampaikan kepada warga agar lebih waspada, karena karhutla terjadi bukan hanya karena faktor kesengajaan, melainkan juga faktor kelalaian manusia itu sendiri. “Jangan terlena karena masih turun hujan, tetap waspada,” pungkas Iman. (adv/K-2)
Dandim Barabai Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT Ke-62 Kodam VI/Mlw
Barabai, KP – Rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-62 Kodam VI/Mulawarman belum berakhir, kali ini Kodim 1002/Barabai dan Yonif 621/Manuntung melaksanakan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Pagat di jalan Tanjungpura desa Pagat kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (15/7).
Ziarah rombongan dipimpin langsung oleh Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh Ishak H.Baharuddin,S.I.P.,M.I.Pol, yang diikuti oleh Danyonif 621/Manuntung Mayor Inf Yoga Yustinanda,S.I.P.
Diawali dengan penghormatan kepada para arwah dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, kemudian peletakan karangan bunga oleh pimpinan ziarah rombongan serta tabur bunga yang diikuti oleh seluruh peserta ziarah.
Usai acara rombongan Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh Ishak H.Baharuddin,S.I.P.,M.I.Pol, menyampaikan bahwa ziarah rombongan dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-62 Kodam VI/Mulawarman yang jatuh pada tanggal 18 Juli 2020.
“Ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan atas jasa-jasanya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.Teriring do’a kita panjatkan semoga amal ibadah dan pengorbanan para pahlawan diterima oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ziarah rombongan,: Para Perwira Kodim 1002/Barabai dan Yonif 621/Manuntung, Anggota dan PNS Kodim Barabai, anggota Yonif 621/Mtg, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1002 Dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Yonif 621.(Ary/KPO-1)
Walikota Luncurkan Gerakan Mendaftarkan Anak ke PAUD
Banjarmasin, KP – Program Gerakan Mendaftarkan Anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) resmi diluncurkan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina…
Beruntung Bisa Dibantu Pendaftar Kabupaten Tetangga
BANJARMASIN, KP – Sejumlah SMP Negeri di Banjarmasin masih kekurangan pendaftaran. Padahal pelaksanaan PPDB online sistem zonasi sudah dinyatakan selesai…
Urai Kemacetan Pemko Diminta Bangun Jembatan Baru Sei Andai
BANJARMASIN, KP – Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim mengusulkan agar Pemko memprogramkan pembuatan jalan dan jembatan baru…
Pemko Diminta Segera Sampaikan KUA -PPAS APBD 2021
Banjarmasin, KP – DPRD Kota Banjarmasin meminta Pemko agar sesegeranya menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS)…
FK ULM Gelar Webinar Kesehatan Reproduksi Era New Normal
Banjarbaru, KP – Departemen Kesehatan Ibu dan Anak-Kesehatan Reproduksi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM (Departeman KIA-Kespro PSKM FK…
Berkumpul Lebih 5 Orang, Walikota Banjarbaru Buat Aturan Tak Pakai Masker Didenda Rp 250 Ribu
Banjarbaru, KP – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani membuat Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran…
Satpol PP Banjarbaru Sosialisasikan Pelanggaran Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19
Banjarbaru, KP – Terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarbaru, tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19, begitu menghebohkan…
Inilah Enam Desa Terbaik Kabupaten Banjar
Martapura, KP – Bupati KH Khalilurrahman menyerahkan hadiah lomba desa tingkat Kabupaten Banjar tahun 2020 yang penilaiannya dilakukan 20 Februari…
Tiba di Desa Biih, Aster Kasad Tinjau Progres TMMD
Martapura, KP – Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Nur Chahyanto mengunjungi lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa…
Tambahan Penghasilan Nakes 0% Pajak
Martapura, KP – Pandemi Covid-19 saat ini banyak dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Hampir di semua sektor, terutama sosial dan ekonomi….
Harga Ayam Ras Dikeluhkan Pengusaha Makanan
BANJARMASIN, KP – Harga ayam ras masih tinggi disejumlah pasar dikeluhkan UMKM pedagang makanan, kelihatanya belum ada tanda-tanda akan turun,…
Makan Khas dari NTT Rambah Banjarmasin
Banjarmasin, KP – Masyarakat Banjarmasin, maupun luar kota, bisa merasakan masakan Berasap dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Jalan…
Satu Ruangan TK/PAUD Aisyah Dilalap Api
Banjarmasin, KP – Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyiah di Jalan Cempaka RT 02 Banjarmasin Tengah…
Belasan Preman Mabuk Digaruk Macan Banua
BANJARMASIN, KP – Belasan pria mabuk-mabukan digaruk puluhan personel Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Umum Subdit III Jatanras Polda Kalimantan Selatan…
Tim Kuasa Hukum : Kejar dan Tangkap Amang Abul
Banjarmasin, KP – Tim kuasa hukum terdakwa Sa alias Habibi dan Jayadi atas perkara 32,6 kilogram (Kg) narkotika meminta polisi…
TPPEA Bakal Ajukan Banding
Banjarmasin, KP – Menyangkut soal gugat dan menggugat yang telah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin antara TPPEA dan P3HI,…
Gubernur Dukung Program Lewu Tanggguh Isen Mulang
Palangka Raya, KP – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyatakan ia sangat mendukung program Mampendeng Lewu Tangguh Isen Mulang…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






