Pemerintah Abaikan Bahaya Corona Demi Alasan Ekonomi

Oleh : Mariana, S.Pd
Guru MI Al Mujahidin II Banjarmasin

Dunia kesehatan sekarang dihebohkan dengan munculnya virus bernama Corona. Penyebaran virus asal Cina tersebut tak hanya membuat orang sakit sampai meninggal dan membuat ekonomi melemah. Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, virus Corona berdampak berbahaya bagi perekonomian yang wilayahnya terkena dampak, khususnya di China itu sendiri. Kalau China itu dampaknya sangat besar, produktivitas daerah Wuhan otomatis akan terhenti.

Akibat virus ini, beberapa sektor ekonomi lumpuh di Wuhan. Apalagi virus ini merebak saat libur tahun baru Imlek yang harusnya jadi momentum untuk mendongkrak ekonomi melalui sektor konsumsi, perjalanan dan pariwisata. Saat ini virus Corona memang belum memberikan dampak terlalu signifikan ke Indonesia. Namun jika dibiarkan dan semakin merebak, tak menutup kemungkinan dampak bisa meluas ke Indonesia.

Salah satu perkembangan penelitian terbaru juga menyimpulkan bahwa 2019-nCoV bisa menular pada masa inkubasi. Hal ini berbeda dengan virus Corona penyebab SARS yang menyebabkan 800 kematian pada 2002. Masa inkubasi merupakan periode dari terpaparnya pasien dengan virus hingga munculnya gejala penyakit. Virus Corona dari Wuhan diketahui memiliki masa inkubasi selama dua pekan atau 14 hari. Sehubungan telah dipastikannya potensi penularan antar manusia, ini berarti virus Corona dari Wuhan bisa ditularkan orang yang belum menunjukkan gejala-gejala penularan. Merujuk laporan media independen Cina, Caixin, seluruh wilayah di Cina, kecuali Tibet telah dimasuki virus tersebut. Sejauh ini, Pemerintah RRC telah mengisolasi secara menyeluruh atau secara sebagian sedikitnya 18 kota dengan sedikitnya 60 juta jiwa terdampak. Kebanyakan wilayah itu, seperti Wuhan, berada di Provinsi Hubei.

Selain di wilayah-wilayah itu, pembatasan transportasi, pembatalan perjalanan, pembatalan acara perayaan Imlek, penutupan tempat-tempat hiburan, serta peliburan sekolah juga dilakukan. Cina juga memberlakukan pelarangan menyeluruh perdagangan satwa liar di pasar-pasar, restoran, dan tempat jual beli lainnya. Sebanyak 1.600 tenaga medis telah dikerahkan ke Wuhan, sementara pengerjaan rumah sakit khusus guna menangani wabah itu terus dikebut. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa negara itu sedang berada pada tahap paling kiritis untuk pencegahan dan pengendalian. China sebelumnya mengkonfimarsi penularan virus antar manusia telah terjadi. Virus yang dikenal juga sebagai 2019-nCoV itu dipahami adalah galur baru Corona virus yang sebelumnya belum diidentifikasi pada manusia. Gejala-gejala infeksi virus termasuk gangguan pernapasan, demam, batuk, sesak dan wabah virus Corona yang merebak di China, telah memukul perekonomian negara tersebut dan berdampak ke beberapa negara Asia lainnya, termasuk Indonesia

China adalah pendorong pertumbuhan ekonomi Asia, bahkan dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi China tumbuh 6 persen pada 2020. Namun seiring kelesuan konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor akibat penyebaran virus Corona, maka angka tersebut jadi penuh tanda tanya. Pada 2019, konsumsi menyumbang sekitar 3,5 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi China yang sebesar 6,1 persen. Dengan perkiraan konsumsi domestik turun 10 persen, maka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan berkurang sekitar 1,2 poin persentase. China juga merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia. Sepanjang 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor non-migas ke China bernilai US$ 25,85 miliar (16,68 persen dari total ekspor non-migas). China menduduki peringkat pertama. China juga merupakan salah satu investor sektor riil terbesar di Indonesia. Setelah perang dagang dengan AS yang mengakibatkan ekonomi negaranya melambat, kini China harus menghadapi peperangan melawan virus Corona, yang disebut te
lah menelan korban jiwa hingga 56 orang dengan jumlah orang terjangkit mencapai hampir 2.000 kasus.

Berita Lainnya

Penggunaan Anggaran dalam Bayangan Covid-19

Haul Pahlawan Pangeran Antasari ke-158

1 dari 152
Loading...

virus Corona telah mengguncang pasar China, dan mengacaukan rencana liburan Tahun Baru Imlek. Biasanya, Tahun Baru Imlek menjadi musim migrasi manusia tahunan terbesar, di mana ratusan juta pelancong China menjejal diri masuk pesawat, kereta, hingga bus.

Namun, tidak dengan tahun ini, di mana virus corona telah mengakibatkan pemerintah setempat menutup sebagian besar akses keluar dan masuk ke Wuhan, Hubei, China. Kota berpenduduk 11 juta itu disinyalir jadi tempat virus Corona lahir dan berkembang biak.

Pemerintah setempat juga melarang bus dan kereta beroperasi dari dan ke Wuhan, termasuk memerintahkan maskapai penerbangan untuk menawarkan pembatalan kepada penumpang mereka secara cuma-cuma alias gratis.

Diketahui, ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu tumbuh lebih lambat pertama kali nyaris dalam tiga dekade terakhir. China menghadapi persoalan peningkatan utang, pelemahan daya beli. Tak cuma itu, China juga tengah dilanda kekhawatiran gelombang pengangguran. Pemerintah China juga mulai mewanti-wanti kerugian ekonomi dari virus corona. Wabah ini akan memberi pukulan besar, terutama bagi sektor jasa yang menyumbang 52 persen terhadap perekonomian China.

Dalam pandangan Islam terhadap virus Corona ini banyak petunjuk yang tersurat dalam Alquran yang berkaitan dengan makanan dan minuman yang harus dikonsumsi dengan baik dan bijaksana oleh umat manusia. Dengan tegas Allah menghalalkan makanan yang halal dan mengharamkan yang haram. “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (QS. Al Maidah : 88). Namun demikian, di Negara China mereka melanggar ketentuan dan perintah Allah dalam hal mengkonsumsi makanan; banyak makanan yang halal lagi nikmat tapi tidak dikonsumsi oleh penduduknya sehingga menimbulkan penyakit yang mewabah dan mematikan, yang kita kenal dengan sebutan virus Corona. Virus Corona berasal dari beberapa hewan yang kebetulan diharamkan dalam Islam.

Akibatnya wabah virus Corona mewabah di China, bahkan dilaporkan ratusan meninggal dunia. Anjuran Alquran untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik menemukan kebenarannya. Bahwa makanan dalam ajaran Islam disamping harus memenuhi unsur kehalalan juga harus memenuhi unsur kesehatan dan gizi yang tinggi. Sebaliknya, segala makanan yang haram dan tidak  bergizi dilarang keras untuk dikonsumsi.

Inilah cara Allah menurunkan azab kepada setiap kaum itu berbeda-beda, ada yang ditimpakan azab dengan bencana alam. Adapula yang ditimpakan wabah. Semua itu sebagai bentuk ancaman bagi mereka yang terjerumus dalam syahwat, syubhat, kesesatan dan pelanggaran, hanya kembali kepada Islam dan menjalankan syariat Nya itu solusi dari semua permasalahan. Waalhu’alam bishawab.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya