Banjarmasin Siapkan 3000 Ekor Hewan Kurban

Saat ini harga hewan juga tidak banyak berubah seperti sapi sekitar Rp15,000,000 dan kambing sekitar Rp2,500,000 hingga Rp3.000,000 namun saat mendekati lebaran naiknya sulit diprediksi

BANJARMASIN, KP – Walaupun lebaran Idul Adha satu bulan lebih lagi, namun tahun ini permintaan sapi dan kambing kurban difrediksi akan meningkat dari tahun lalu karena berdekatan dengan tahun politik.

Hal ini dijelaskan salah seorang Kepala Bidang pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Ir Anwar Ziady.

“ Kami sudah menyiapkan hewan kurban beberapa bulan yang lalu untuk memenuhi kebutuhan warga kota jelang perayaan keagamaan Hari Raya Idul Adha 2020 walaupun sedang pandemi korona,” jelasnya dikantornya Selasa.

Untuk stok sapi saat ini sudah disiapkan Disnak Kota terhimpun 3000 ekor sapi dan hewan kambing sekitar 4000 ekor untuk mengantifasi permintaan dari luar daearh yang cukup besar seperti tahun sebelumnya.

Orang yang berkurban banyak yang menggunakan sistem tabungan, tagihan atau arisan setiap bulannya sehingga sebelum terjadi covid ini mereka sudah berencana berkurban dengan jangka panjang.

Saat ini harga hewan juga tidak banyak berubah seperti sapi sekitar Rp15,000,000 dan kambing sekitar Rp2,500,000 hingga Rp3.000,000 namun saat mendekati lebaran naiknya sulit diprediksi namun kebanyakan panitia kurban sejak kini sudah melakukan pemesanan.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

“Sedangkan hewan kurban kita masih mengandalkan hewan-hewan pasokan lokal karena saat pandemi ini banyak daerah yang masih menerapkan PSBB skala besar seperti Jatim, Bali dan NTB artinya kita bisa terkendala transfortasi jika masih mengandalkan pasokan hewan dari sana,” terangnya.

Apalagi sapi-sapi kita diangkut menggunakan kapal laut tentu membutuhkan ongkos yang ekstra ditambah aturan pembatasan muatan kapal antar pulau serta kondisi saat pengiriman gelombang laut yang sulit difrediksi.

“ Alhamdulilllah stok hewan kurban lokal kita cukup aja tahun ini memenuhi permintaan warga,” jelasnya.

Namun saat pandemi covid 19 ini agak beda, para panitia diingatkan untuk selalu menerapkan protokoler kesehatan, tetap jaga jarak, selalu mengunakan masker dan selalu cuci tangan, untuk mengurangi warga berkumpul saat pengambilan daging kurban agar dagingnya diantar saja kerumah warga itu lebih baik.

Disebutkan, satu minggu sebelum pemotongan hewan kurban dilaksanakan pihak Disnak Kota akan membentuk team dan akan melakukan penyuluhan bagaimana tata penyemblihan saat pandemi kopid 19 ini seperti selalu jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan jangan sampai ada timbul lagi kluster baru lagi.

“Dalam memilih hewan kurban kami juga mengingatkan cari hewan yang sehat bisa dilihat dari fisiknya dan bentuk tampilan luarnya, untuk sapi lokal kita InsyaAllah sehat-sehat aja,’’bebernya.

Menurutnya, mendekati hari raya Idul Adha, fenomena naiknya harga sapi dan hewan kurban sering terjadi yang awalnya hanya Rp 45 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram, ini berarti terjadi selisih Rp 10 ribu per kilogramnya,” demikian Anwar Ziady.

Dende warga Jalan Sultan Adam Komplek H Andir kepada wartawan menjelaskan, tahun ini kembali kompleknya bekurban sekitar tiga ekor sapi, dan panitia sudah melakukan transaksi pembelian dikawasan Trantang dengan harga satu ekor sekitar Rp14,500,000 dengan berat diperkirakan 70 kilo lebih. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya