Permintaan Meningkat, Ribuan Tanaman Sirsak Disapih

Banjarbaru, KP – Di Persemaian Permanen UPTH BPTH, perbanyakan tanaman sirsak dilakukan secara generatif atau melalui biji. Selain mudah dan murah, cara ini diyakini akan membuat populasi tumbuh seragam dan memiliki sifat yang sama dengan indukan.

Berita Lainnya

Pansus DPRD Paser Kunjungi KPH Balangan

Owa-owa Peliharaan Warga Dievakuasi

1 dari 315


Selasa (28/9), ribuan semai tanaman sirsak disapih. Tepatnya sebanyak 7.500 semai. “Sekitar 14-20 hari sejak disemai, biasanya 85-90% benih akan berkecambah. Nah, selanjutnya bibit kita pindahkan ke polybag,” tutur Ahmad Effendi, manajer persemaian.


Dijelaskan Fendi, biasanya setelah bibit beradaptasi pada open area selama tiga bulan, bibit sudah bisa ditanam di lapangan.
Pembiakan sirsak dengan biji memerlukan waktu 3-5 tahun hingga berbuah. Lebih lama jika dibandingkan dengan cara mencangkok dan okulasi.


Namun kelebihannya, rasa dan bentuk buah segar akan mirip dengan indukannya. “Hal ini karena benih sirsak yang berasal dari biji di persemaian kami, diambil dari indukan dengan kualitas baik,” ucapnya.


Saat ini, tanaman sirsak semakin diminati masyarakat. Tanaman ini dikenal cepat beradaptasi di berbagai jenis tanah.
Meski demikian, bertanam sirsak paling baik di tanah lempung berpasir yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik. Sistem drainase dan aerasi lahan, juga harus diperhatikan. (dishut/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya