Oleh : Yuliyana, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 33 Banjarmasin
Bhineka tunggal ika, kata yang simple namun mengandung makna yang mendalam yang mencerminkan keberagaman bangsa. Sebenarnya apa itu Bhineka Tunggal Ika? Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti “macam” dan menjadi pembentuk kata aneka dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti satu. Kata ika berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Alat Pemersatu Bangsa
Pada dasarnya keberagaman masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sangat diperlukan rasa persatuan dan kesatuan yang tertanam disetiap warga negara Indonesia. Namun, dalam kenyataanya masih ada konflik yang terjadi dengan mengatasnamakan suku, agama, rasa atau antargolongan tertentu. Hal ini menunjukkan yang ada harusnya bisa menjadi modal bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang kuat. Untuk mendukungnya, diperlukan persatuan yang kokoh dan kuat. Tetapi, masih banyaki permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satunya masih ada bentrokan yang mengatasnamakan suku tertentu dalam hal penggarapan lahan pertanian atau hutan. Hal ini menunjukkan belum adanya kesadaran akan sikap komitmen persatuan dalam keberagaman di Indonesia. Komitmen akan persatuan akan tegak jika peraturan yang mengatur masalah suku atau hak individu ditegakkan dengan baik.
Jika bentrokan ini diakibatkan karena masalah berkaitan dengan hukum, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengatur dalam Pasal 28D Ayat (1) bahwa ”Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.” Dengan demikian, permaslahan dan bentrokan bisa dihindari dengan memberikan perlindungan secara penuh kepada setiap warga negara.
Untuk mempersatukan masyarakat yang beragam, perlu adanya toleransi yang tinggi antarkebudayaan. Sikap saling menghargai antargolongan, mengenali dan mencintai budaya lain dengan cara pengenalan budaya adalah hal yang perlu dibudayakan. Contoh nyata implementasi hal tersebut adalah dengan mempertunjukkan tarian suku-suku yang ada di Indonesia. Dengan demikian setiap suku mempunyai rasa simpati satu sama lain.
Persatuan bangsa merupakan syarat yang mutlak bagi kejayaan Indonesia. Jika masyarakatnya tidak bersatu dan selalu memprioritaskan kepentingannya sendiri, maka cita-cita Indonesia yang terdapat dalam sila ketiga Pancasila akan hanya menjadi mimpi yang tak akan pernah terwujud. Kalian harus mampu menghidupkan kembali semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan tersebut. Kuncinya terdapat pada komitmen persatuan bangsa Indonesia dalam keberagaman nasional. Indonesia yang dikenal sebagai negara multi etnis, multi agama dan multi suku tentu memiliki keberagaman budaya yang berbeda-beda. Banyaknya keberagaman tersebut menjadi berkah tersendiri bagi bangsa ini dan menjadi warna bagi Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain didunia. Namun disisi yang lain keberagaman ini menjadi salah satu pemicu konflik internal disebagian daerah di Indonesia. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat Indonesia sebagai salah satu negara paling toleran di dunia. Hampir di seluruh daerah di Indonesia banyak ditemui konflik dan perkelahian antar kelompok baik itu konflik suku, sengketa lahan, hingga konflik agama. Apabila kondisi ini terus dibiarkan maka kesatuan bangsa yang selama ini dibangun akan pudar bahkan hilang, seperti diketahui persatuan bangsa adalah hal paling fundamental yang harus dimiliki bangsa. Mari kita ambil pelajaran dimasa lalu Indonesia dijajah hampir 350 tahun oleh Belanda dilanjutkan dengan penjajahan Jepang yang menyimpan duka mendalam bagi Indonesia. Apa yang menyebabkan Indonesia dijajah sekian lama? Jawabannya adalah tidak adanya semangat persatuan dan kesatuan. Saat itu para pemuda Indonesia masih bersifat kedaerahan sehingga rasa persatuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka sulit untuk dicapai.
Berbagai macam perbedaan tersebut adalah warna bagi bangsa Indonesia yang seharusnya disyukuri bukan malah malah dihindari. Banyaknya konflik yang melibatkan suku, golongan, bahkan agama sekalipun yang terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Yang lebih miris hal yang menyebabkan hanyalah masalah sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan bukan menyelesaikan dengan cara konflik, perang bahkan saling membunuh antar satu sama lain. Jika hal ini terus dibiarkan maka dunia akan bertanya dimana kebhinekaan yang selama ini dibanggakan oleh Indonesia, salah satu negara yang dikatakan memiliki rasa toleran yang tinggi. Seharusnya sebagai generasi penerus bangsa harus segera menghentikan segala hal yang dapat memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Tak perlu menunggu aba-aba dari pemerintah sebagai generasi terpelajar harus nya memiliki sifat saling merangkul antar semua kalangan terutama bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan nyaman nya mengenyam bangku sekolah, karena mereka adalah pihak yang rawan terkena provokasi dari orang yang tidak senang akan kemajuan bangsa ini. Kebhinekaan yang hampir retak haruslah kita perbaiki mulai dari sekarang, kebhinekaan yang terus memudar akibat tidak ada rasa saling memahami antar kalangan, sikap yang antipati dan tidak menghargai akan perbedaan. Tak perlu mencari siapa dalang atas semua konflik yang ada yang penting apakah mau memperbaiki kebhinekaan itu? Tak perlu menunggu menjadi seorang Presiden, Ketua DPR atau lain semacamnya untuk bertindak,apakah ada jaminan akan hidup sampai saat itu tiba? Tak perlu menunggu menjadi yang sempurna mari dilakukan apa pun yang bisa dilakukan karena eksistensi bangsa ini ada di tangan semua.











