Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Titik Api, Jangan Lalai

×

Titik Api, Jangan Lalai

Sebarkan artikel ini

Editorial Kalimantan Post, 7 Juli 2026

KALIMANTAN SELATAN memasuki musim kemarau dengan satu pekerjaan besar yang tidak boleh dipandang sebelah mata, yakni mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kabar bahwa kondisi karhutla masih terkendali tentu menjadi angin segar.

Namun, rasa aman tidak boleh berubah menjadi rasa lengah. Justru saat situasi masih terkendali, upaya pencegahan harus dilakukan lebih serius dan lebih disiplin.

Kalimantan Post

Pernyataan Gubernur H Muhidin bahwa kondisi karhutla masih aman patut diapresiasi. Pemerintah memilih tidak terburu-buru menetapkan status siaga sebelum memperoleh hasil pemantauan menyeluruh terhadap kondisi lahan gambut.

Langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan diambil berdasarkan data dan perkembangan di lapangan, bukan semata karena meningkatnya jumlah titik panas.

Fakta bahwa sebagian hotspot berada di kawasan pertambangan dan bukan berasal dari kebakaran lahan juga menjadi informasi penting.

Namun demikian, keberadaan sejumlah titik api di lahan terbuka tetap harus menjadi alarm dini. Pengalaman selama ini menunjukkan, kebakaran kecil yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi bencana besar, terlebih ketika lahan gambut mulai mengering.

Karena itu, pemantauan kondisi gambut menjadi kunci. Lahan gambut yang kehilangan kadar air sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Api bahkan dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Pencegahan jauh lebih murah dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran meluas.

Komitmen pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur Satgas Karhutla perlu mendapat dukungan penuh. Koordinasi lintas instansi harus terus diperkuat agar setiap titik api dapat segera direspons sebelum berubah menjadi kebakaran besar. Kesiapan personel, peralatan, hingga sistem pelaporan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam strategi menghadapi musim kemarau.

Apresiasi juga layak diberikan kepada Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pencegahan karhutla memang tidak cukup mengandalkan aparat. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta keberanian melaporkan apabila menemukan titik api sejak dini.

Baca Juga :  Keadilan Tak Boleh Padam

Dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap yang ditimbulkan mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, menghambat transportasi, bahkan memengaruhi proses belajar anak-anak. Kerugian ekologis dan ekonomi yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan keuntungan sesaat dari praktik pembakaran lahan.

Musim kemarau baru saja dimulai. Kesempatan untuk mencegah bencana masih terbuka lebar. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi, pengawasan yang ketat, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Jangan menunggu asap menutupi langit Banua baru semua bergerak. Karhutla harus dicegah sejak munculnya titik api pertama, karena menjaga Kalimantan Selatan tetap hijau dan aman merupakan tanggung jawab bersama.

Iklan
Iklan