Oleh: Muhammad Nizar Thalib
Mahasiswa STDI Imam Syafii Jember
Hari raya tiap pekan, bukankah dalam agama Islam hanya dua hari raya yaitu Idul Adha dan Idul Fitri? Hari raya tiap pekan hari itu adalah hari Jum’at yang dilakukan berulang kali setiap pekannya yang selayaknya dilakukan secara khusus. Di hari Jum’at, kita tidak diperbolehkan berpuasa khusus tanpa puasa sebelum dan sesudahnya agar berbeda dengan Yahudi, juga agar tubuh merasa kuat untuk melaksanakan ibadah pada hari Jumat, seperti shalat dan amalan doa lainnya.
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada Jibril, “Hari apa ini?”. Jibril pun menjawab, “Hari ini adalah hari Jum’at yang Allah jadikan sebagai ‘ied (hari raya) bagimu dan umatmu”. (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya Hasan).
Dalam hadits Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1849 dan Muslim no. 1929).
Kita ketahui pada hari Jum’at, ada shalat Jum’at dan shalat yang wajib bagi setiap muslim. Menghadiri shalat Jum’at adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim kecuali pada lima orang, yakni : 1. Budak yang dimiliki; 2. Wanita; 3. Anak kecil; 4. Orang sakit; dan 5. Musafir.
Dari Thoriq bin Syihab, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda, “Shalat Jum’at itu wajib bagi setiap muslim secara berjama’ah selain empat orang: budak, wanita, anak kecil, dan orang sakit” (HR. Abu Daud no. 1067. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Siapa saja yang beriman diseru untuk menghadiri shalat Jum’at dan meninggalkan segala aktivitas duniawi seperti jual beli. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Namun dalam menghadiri shalat Jum’at tersebut mesti diperhatikan adab-adab penting berikut, sehingga ibadah Jum’at yang dilakukan berpahala besar dan tidak sia-sia.
Diantaranya :
- Diharapkan datang lebih awal ke masjid untuk menghadiri shalat Jum’at.
- Berangkat dari rumah dalam keadaan berwudhu.
- Mandi jum’at dan bersih-bersih diri dari rumah.
- Dilarang berbicara saat mendengar khutbah Jum’at.
- Melaksanakan shalat tahiyatul masjid sebelum duduk.
- Dilarang memeluk lutut saat mendengar khutbah Jum’at.
Pada hari Jum’at memiliki amalan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala sebagai berikut :
- Tidak berpuasa.
- Dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Insan pada shalat Shubuh.
- Memperbanyak shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Dianjurkan membaca Surat Al Kahfi.
- Memperbanyak doa.











