Banjarmasin, KP – Rencana pemerintah Kota Banjarmasin membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalur Jalan Jenderal Ahmad Yani sekitar Kilometer 3 hingga 4 terus menilai kritikan dari berbagai pihak.
Meskpun demikian Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menjajikan pembangunan JPO tetap menjadi prioritas. Karena permintaanpengurus mesjid At Taqwa karena jemaah kesulitan menyeberang jalan, yang dikarena laju kendaraan yang sangat kencang di Jalan A Yani walaupun sudah ada tempat penyeberangan zebra cross.
Selain itu, sudah ada korban yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan depan UIN Antasari hingga depan Mesjid At Taqwa. Catatan kita sudah ada 2 orang warga yang tewas saat menyeberang jalan di kawasan tersebut kata Ibnu Sina.
Salah satu titiknya berada di depan Kampus UIN Antasari hingga depan Mesjid At Taqwa.Pihaknya sebelumnya sudah mengkaji untuk membangun Pelican Cross namun sangat sulit dilakukan karena kecepatan kendaraan yang tinggi sehingga justru berbahaya serta ditambah kondisi jalanan yang berupa turunan dari Jembatan Layang Ahmad Yani.
Pembangunan JPO di Kota Banjarmasin, diprioritaskan di Jalan A Yani tutur Ibnu Sina. Ibnu Sina membantah pembangunan JPO sebagai sikap latah Kota Banjarmasin terhadap kota tetangga, Kota Banjarbaru yang memiliki JPO, tidak hanya untuk fungsional menjaga keselamatan pejalan kaki, namun juga menjadi obyek wisata karena bentuknya yang unik dan instragramable.
Disebutkannya, Kota Banjarmasin telah melakukan DED pembangunan JPO sejak tahun lalu pada 5 titik, yaitu depan Mesjid Noor Jalan Pangeran Samudra, Depan ULM Jalan Hasan Basri, Depan Duta Mall Jalan A Yani, Depan UIN Antasari- Mesjid At Taqwa Jalan A Yani, serta Depan Taman Kamboja Jalan Anang Adenansi.
Untuk JPO di depan Taman Kamboja dan Mesjid Noor ditangguhkan serta dijadwalkan dibangun Pelican Cross.
Namun Pelican Cross di depan Taman Kamboja akhirnya dibatalkan karena menganggu warga akibat suara yang terlalu nyaring.
Pembangunan JPO dijadwalkan dimulai pada awal tahun 2024 dengan biaya sekitar 3 hingga 4 milyar rupiah.
Pembangunan JPO yang paling mahal berada di depan Duta Mall karena JPO ini tidak menggunakan tangga namun berupa lift.
Namun, secara pembangunan sangat murah karena seluruh biaya bakal ditanggung pihak swasta.
Kita berharap DPRD Kota Banjarmasin terutama Komisi 3 dapat menyetujui usulan pembangunan JPO, karena menjadi kebutuhan warga demi keselamatan pejalan kaki tutup Ibnu Sina. (Mar/K-3)















