Soal Jalan Simpang Pengambangan Terendam, Masyarakat Dipinta Sabar

227

Banjarmasin, KP – Menyusul terendamnya jalan di Simpang Pengambangan tepatnya tepi Siring Martapura perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar kini akan segera ditangani, yang direncanakan pada Mei ini dilakukan lelang dana pembangunan jembatan peslep, yang merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan sungai.

“Kita harap masyarakat bersabar dulu karena untuk penangan kawasan tersebut membutuhkan dana yang tak sedikit sehingga lokasi disana akan dibangunan jembatan peslep ini merupakan usulan dana dari pusat,’’ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Banjarmasin Ir H HM Fanani S kepada awak media, Selasa (21/01/2019).

Fanani Syaefuddin, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin

Fanani juga menguraikan jalan yang terendam semula ada rumah tetapi hayut sehingga sekarang menjadi jalan dan sebagian warga pun pernah akan direlokasi tetapi mereka lebih suka tinggal di kawan tersebut sehingga dilakukan penangan lingkungan sehingga baru tahun ini usulan pembangunan atau penataan siring dibangun peslep yang diperkirakan membutuhkan penataan yang kompleks.

Diakui usulan tersebut untuk penataan kawasan dan PURP pusat merespon baik sehingga direncanakan tahun ini akan dikerjakan dan diharapkan semua kegiatan lelang berjalan dengan baik dan lancar sehingga kegiatan pelelangan ngak ada hambatan.

Ditanya dana yang dianggarkan Pemerintah Pusat, menurut Fanani, memang cukup besar tahap pertama pembangunan 200 meter pembangunan Peslep sebesar Rp40 M yang mana, untuk kawasan perumahan sebagain direncanakan bisa ditata bekerjasama dengan Pemerintah Kota, karena penataan tersebut masuk penataan kawasan kumuh (Kotaku).

Kondisi air menggenang seperti dikemukakan warga, dalam beberapa hari terakhir ini air pasang Sungai Martapura dimulai sejak sore sekitar pukul 15.00 WITA dan terus naik sampai malam hari, hingga kembali berangsur surut.

“Saat puncak air pasang naik, Jalan Simpang Pengambangan yang berada di tepian Sungai Martapura ini lumpuh total dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena terendam,’’ ujar A’an warga lainnya menambahkan.

Menurut penuturan sejumlah warga kepada {{KP}}, Minggu (19/1), tahun 2019 lalu sebenarnya Pemko Banjarmasin, khususnya berada di tepian sungai sudah membebaskan puluhan rumah warga dengan memberikan kompensasi ganti rugi dan selanjutnya berencana akan peninggian bahu jalan di kawasan tersebut.

“Terkait rencana ini kita sangat berharap, dalam tahun anggaran 2020 ini Pemko Banjarmasin agar segera merealisasikan peninggian Jalan Simpang Pengambangan,’’ kata Ketua RT 9 Simpang Pengambangan, Halim Ahmad.

Diakui Halim Ahmad, untuk menahan masuk air pasang sebenarnya Pemko Banjarmasin sudah beberapa kali melakukan penyiringan dengan menggunakan bahan kayu ulin. “Namun karena sudah lama, ditambah air pasang Sungai Martapura yang terus naik, terendamnya Jalan Simpang Pengambangan ini sulit dihindari,’’ ujarnya.

Ia juga mengakui, sesuai dijanjikan Pemko Banjarmasin, rencana perbaikan Jalan Simpang Pengambangan ini direalisasikan dalam tahun 2020 ini. (vin/KPO-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...