Bupati Tabalong : “Lonjakkan Positif Covid-19 Tabalong, Bukan Karena Lalai”

Tanjung, KP – Terjadinya lonjakan penambahan positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tabalong, bahkan munculnya kluster baru yaitu kluster perkantoran, bukan karena kelalaian, namum memang daerah tidak bisa membatasi keluar masuk warga ke Kabupaten Tabalong.

Hal itu, diungkapkan Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, saat meninjau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung, (23/9/2020) setelah 19 pegawainya dinyatakan positif dari swab belum lama tadi di Tanjung.

Menurut Anang, terjadinya lonjakkan positif Covid-19 di Kabupaten Tabalong yang salah satunya di KPP Pratama Tanjung tersebut, bukan karena kelalaian, “terjadinya lonjakkan Covid-19 di Kabupaten Tabalong bukan karena kita tidak bekerja atau karena kita lalai, namun kita tidak tahu sebaran Covid-19 itu bisa lewat mana saja,” ujarnya.

“Dan memang 19 orang dari KPP Pratama Tanjung bukan hanya dari Kabupaten Tabalong, mereka juga berasal dari daerah luar Kabupaten Tabalong,” sebut Anang.

KPP Pratama Tanjung menjadi klaster perkantoran pertama di bumi sarabakawa. “Pelayanan tatap muka sementara dihentikan sampai hari Jum’at sambil melihat perkembangan selanjutnya, pelayanannya sementara kita alihkan lewat online saja,” jelas PLH Kepala Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Tanjung Nor Ifansyah.

Berita Lainnya
1 dari 181

Nor Ifansyah mengatakan diketahuinya belasan pegawai positif Covid-19 dari swab massal yang dilakukan di kantor pada tanggal 17  September lalu. “Dari total pegawai 108 orang  yang sudah mengikuti swab ada 104 orang dan yang positif ada 19 orang,” jelasnya 

Dari 19 pegawai yang positif  ada 14 orang yang berada di Tabalong sisanya pegawai di kabupaten tetangga.

“Kemarin isolasi mandiri dulu sebelum di isolasi di RS isolasi khusus bantuan dari Pemda Tabalong,” terang Ifansyah.

Pegawai yang terkonfirmasi positif  rata-rata masih berstatus lajang. “Rata-rata masih belum berumahtangga, umur kisaran 20 hingga 30 tahun,” ujarnya.

Sebenarnya pihaknya sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari sebelum adanya pegawai yang positif dengan menerapkan protokol kesehatan. “Selama ini kita sudah berusaha memaksimalkan protokol kesehatan, misalnya mengharuskan pakai masker, tempat cuci tangan sudah disiapkan, hand sanitizer, cek suhu sebelum masuk dan di dalam juga kita beri pembatas antar pegawai dan pengunjung serta berjarak,” jelasnya.

Selain itu, tiap hari Sabtu mereka juga menyematkan disinfektan di area kantor. “Kemarin ada hasil ini tadi malam langsung dilakukan penyemprotan termasuk mobil-mobil operasional kita,” ungkap Ifansyah.

Dirinya juga menuturkan pihak kantor sudah mengambil kebijakan pegawai yang selesai bertugas keluar Tabalong harus melakukan rapid test. “Sebelum masuk kantor lagi pegawai harus rapid dulu, dan kita di kantor sudah dua kali mengadakan rapid massal,” demikian pungkas Ifansyah. (ros/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya