Memikirkan Makhluk Allah SWT

Oleh : Andi Nurdin Lamudin
Praktisi Hukum dan Pengamat Sosial Budaya

Bahwa dijelaskan di dalam buku karangan Al-Ghazali kimia Kebahagiaan, 1). Mengenal diri sendiri; 2). Mengenal tentang Tuhan; 3). Mengenal dunia; dan 4). Mengenal tentang akhirat. Mengenal tentang diri sendiri ternyata kalau menurut teori Darwin ada hubungan kelanjutan dari binatang melata sampai binatang buas dan binatang pemakan segalanya. Binatang mirip manusia sampai menjadi manusia. Namun hal itu hanyalah merupakan bagian dari pengetahuan materialisme, atau kalau melihat wujud benda yang dimulai dari sel sampai dapat dikatakan makhluk hidup. Walaupun dengan demikian masih tanda tanya sampai sekarang, jika monyet, sampai sekarang belum mencapai pikiran yang sempurna. Namun yang namanya manusia makhluk yang berpikir.

Maka dengan demikian yang dinamakan makhluk hidup itu nampaknya merupakan satu kesatuan di dalam urutan penciptaan, di mana manusia akan terus menerus mencari hubungan sebab akibat. Kemudian juga jika dihubungkan dengan wahyu, di mana diceritakan manusia yang pertama adalah mulainya nabi yang pertama yaitu Nabi Adam dengan isterinya Hawa. Bahwa manusia adalah Khalifah di muka bumi, dimana ada hewan dan tumbuhan yang nampaknya tidak teratur, Namun mempunyai pencipta yang sama. Yaitu pencipta manusia, hewan dan tumbuhan adalah Allah SWT. Bahwa juga dengan demikian kelahiran Adam dan Hawa mempunyai sejarah tersendiri di dalam cerita Alqur’an, diragukan oleh para malaikat dan jin. Namun Allah SWT adalah lebih mengetahui, akan yang akan datang ketimbang jin dan malaikat.

Karena itu jika otak manusia adalah partner para malaikat dan keinginan manusia juga dipengaruhi oleh bangsa jin, bahkan setan yang terkutuk. Kemudian makan dan minum manusia seperti binatang dan tubuh manusia itu sendiri seperti tumbuh-tumbuhan. Manusia memang makhluk yang sempurna. Karena itu pantaslah untuk diamanatkan sebagai Khalifah di muka bumi ini.

Karena itu menurut Al-Ghazali, kita patut untuk merenungi makhluk-makhluk Allah SWT, untuk mensyukuri sebagai manusia dan dengan demikian juga jelas sekali hukum sebab akibat, dari sanalah kelebihan manusia yang diberi oleh akal dan hati atau perasaan yang mempunyai keinginan. Maka mnurut Al-Ghazali jika diamati dari tiap-tiap benda atau makhluq yang diciptakan Tuhan itu pasti mengandung keajaiban dan juga mengherankan. Maka dari situ dapat dikatakan Tuhan maha Bijaksana dalam membuat sesuatu, betapa pula besar kekuasaan, keagungan dan kemegahanNya. Maka juga sangat banyak makhluq Allah SWT dan tanpa bisa dihitung.

Maka demi untuk ilmu pengetahuan maka Al-Ghazali melihat makhluq yang dapat dilihat oleh mata dan dapat dirasakan oleh perasaan dan pikiran, sebab dengan demikian untuk lebih mudah untuk dipahami. Kejadian manusia, langit dan bumi, bulan dan bintang, matahari, bumi, laut dan air serta hubungannya dengan api dan masih banyak lagi yang bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan.

Berita Lainnya

Korean Wave Tidak Layak Menjadi Panutan

Ada Anggapan Bulan Safar Sial

1 dari 165

Sebagaimana dijelaskan di dalam Alqur’an : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal daging, dan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami jadikan bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Maha Baik”. (QS. Al Mu’minun : 12-14).

Oleh Al-Ghazali diajak untuk merenung apakah sebab kata-kata nuthfah atau air mani itu senantiasa diulang-ulangi oleh Allah SWT dalam memfirmankan nya dalam kitab suci Alqur’an. Semua itu untuk pembaca dapat mengetahui betapa kuasanya Allah SWT itu dalam menitahkan sesuatu. Makna apa yang terkandung di dalamnya?

Setetes air mani, itulah bahan asal kejadian manusia. Jika dibiarkan diluar dan dihembus angin, pasti akan rusak dan basi, tetapi perhatikan lah apa yang telah dilakukan oleh Allah SWT dengan setetes air mani yang sebenarnya tidak berharga sama sekali ini. Dengan firmanNya : “Dan di dalam keadaan tubuhmu, apakah kamu semua tidak memperhatikan atau merenungkan”. (QS. Adz-Dzariat : 21)

Dengan demikian melihat urutannya adalah : 1). Bagaimana Allah SWT mengeluarkannya dari tulang punggung laki-laki dan tulang rusuk kaum wanita; 2) Bagaimana Allah SWT mengumpulkan kedua jenis ini (pria dan wanita) dan keduanya terhubung rasa cinta mencintai, hatinya saling menginginkan; 3). Bagaimana Allah SWT membimbing mereka itu dengan rantai kecintaan tadi, lalu berubah menjadi bersetubuh; 4). Kemudian bagaimana air mani itu berjalan karena hubungan itu; 5). Bagaimana kemudian menarik darah haidl dari dasar urat-urat dan dikumpulkannya dalam rahim ibu; 6). Kemudian menitahkan seorang bayi dari setetes air mani yang ditumpahkan tadi, disiramkannya dengan darah haid. Anak itu diberi makan sehingga makin hari makin tumbuh dan membesar; 7). Bagaimana air mani yang asalnya berwarna putih yang mengkilat, lalu menjadi segumpal darah yang merah; 8). Bagaimana kemudian menjadikan segumpal daging; 9). Kemudian selanjutnya membagi bagikan masing-masing air mani itu, padahal persamaan saja bentuk atomnya, tidak ada p
erbedaan antara yang satu dengan yang lain, tiba-tiba yang menjadi tulang belulang, otot, urat nadi, urat syaraf kecil-kecil dan daging. Kemudian selanjutnya Allah SWT menciptakan anggota tubuh manusia dan disusun secara baik. Yaitu dengan membagi, membuat kepala dan bentuk bulat, dan membelah lubang pendengaran, penglihatan, hidung, mulut dan seluruh lubang-lubang yang lain.

Bagaimana kemudian lubang penglihatan diisi dengan mata yang mepunyai keajaiban dapat melihat benda-benda. Hal ini merupakan rahasia yang tidak dapat dijelaskan. Kemudian Allah SWT menyusun indera penglihatan ini dari tujuh lapis, yang setiap lapisan daripadanya punya sifat dan dan tabiat khusus. Jika seandainya satu lapisan saja hilang, tentulah mata tak dapat melihat sesuatu; 10). Kemudian perhatikan juga keadaan kelopak mata yang menutupi atau meliputi seluruh mata dan cepat bergerak untuk memelihara mata dari kotoran seperti debu dan lainnya yang datang menyerang mata.

Bahwa mata itu bagaikan pintu yang dapat terbuka pada waktu dibutuhkan dan juga dapat menutup pada waktu yang lain pula.

Dikarenakan guna kelopak mata itu adalah untuk memperindah mata dan raut muka.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya