ASN Tersandung Kasus Pencabulan Anak, Sekdako : Tak Ada Ampun

Banjarmasin, KP – Beberapa hari yang lalu, warga Kota Banjarmasin digemparkan dengan adanya kasus orang tua yang mencabuli anak kandungnya sendiri. Bahkan perbuatan tercela itu sudah dilakukannya sejak anaknya masih duduk di kelas VI SD sampai dengan kelas VIII SMP.

Beruntung, pada Kamis (4/2) malam, jajaran Polresta Banjarmasin berhasil meringkus pelaku yang berinisial AS itu.

Kemudian, setelah diusut, AS rupanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kelurahan Sungai Jingah.

Peristiwa tersebut, tentu mencoreng nama baik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Adakah sanksi yang bakal diberikan kepada AS?

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar menegaskan bahwa yang bersangkutan bakal terancam dipecat.

“Tak ada ampun. Bila sudah menyangkut hukum apalagi pidana, maka sanksi tegas pun bakal dilakukan. Yakni pemecatan,” ungkapnya pada awak media, Selasa (9/2) siang.

Berita Lainnya
1 dari 2.385

Menurut panglima dalam Pemerintahan Kota Banjarmasin itu, sanksi tegas itu akan diberikan apabila sudah ada putusan dari pengadilan dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Di sisi lain, Mukhyar juga membeberkan bahwa yang bersangkutan juga pernah dijatuhi sanksi oleh Pemko Banjarmasin, melalui Majelis Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai (MPPHDP).

“Karena melanggar disiplin kepegawaian. Yang bersangkutan kerap tidak masuk kerja,” bebernya.

Lebih lanjut. Adanya kasus tersebut, menjadi pelajaran bagi ASN lainnya. Mukhyar berharap ke depan peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada ASN lainnya.

“Karena kalau sudah terkait masalah hukum, tak bisa lagi ditolelir. Misalnya, entah itu kedapatan memakai narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Semoga tak ada lagi ASN yang terjerat kasus,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, jajaran Satreskrim Polresta Banjarmasin telah melakukan gelar perkara kasus pencabulan tersebut, Senin (08/02) kemarin.

Pihak polisi juga berencana akan melakukan pemeriksaan kesehatan, kejiwaan, maupun psikologi kepada AS, karena perilaku bejatnya kepada anak kandungnya tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka, yang bersangkutan terpengaruh dengan film porno. Sehingga menyalurkan nafsu bejat ke anak kandungnya sendiri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya, AS di jerat pasal 81 ayat 4 undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman 20 tahun pidana penjara.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya