Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Ancaman El Nino di Kalsel

×

Ancaman El Nino di Kalsel

Sebarkan artikel ini

ANCAMAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kalimantan Selatan. Prediksi musim kemarau yang lebih awal, lebih kering, dan lebih panjang akibat fenomena El Nino menjadi peringatan serius yang tidak boleh diabaikan. Apalagi, Kalsel memiliki bentang alam rawa dan lahan gambut yang sangat rentan terbakar ketika memasuki musim kemarau.

Sejarah telah memberikan pelajaran berharga. Karhutla besar terjadi berulang dalam siklus beberapa tahunan, dengan puncaknya pada 2023 ketika lebih dari 190 ribu hektare lahan terbakar. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi udara, hingga citra daerah. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Kalimantan Post

Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memetakan wilayah rawan, menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan, melakukan patroli, serta menyiapkan ribuan personel dan peralatan pemadaman patut diapresiasi. Pembagian wilayah prioritas penanganan juga menunjukkan adanya pendekatan yang lebih terarah dalam menghadapi ancaman karhutla tahun ini.

Namun, kesiapan sumber daya saja tidak cukup. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran bermula dari aktivitas manusia, baik karena pembukaan lahan dengan cara membakar maupun kelalaian di lapangan. Oleh sebab itu, pengawasan harus diperketat dan penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran, termasuk korporasi yang terbukti lalai menjaga wilayah konsesinya.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan. Sosialisasi bahaya karhutla harus terus dilakukan hingga tingkat desa. Kelompok masyarakat peduli api perlu diperkuat dan diberdayakan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta melaporkan potensi kebakaran sejak dini. Pencegahan akan jauh lebih murah dibandingkan biaya pemadaman ketika api sudah meluas.

Peringatan Menkopolkam, Menteri Kehutanan, BNPB, dan BMKG harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Ancaman El Nino bukan sekadar persoalan cuaca, tetapi tantangan yang menyangkut ketahanan lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan keselamatan masyarakat. Karena itu, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan dalam satu komando yang kuat.

Baca Juga :  KOPIAH HAJI

Kalsel tidak boleh menunggu asap mengepul baru bergerak. Kesuksesan pengendalian karhutla ditentukan oleh kesiapan sebelum bencana terjadi. Dengan kewaspadaan, koordinasi, dan komitmen bersama, ancaman El Nino dapat dihadapi sehingga bencana karhutla yang pernah melanda tidak kembali terulang di Banua.

Iklan
Iklan