Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Dehumanisme Muslim Pelestina Oleh Zionis, Makin Mengkhawatirkan

×

Dehumanisme Muslim Pelestina Oleh Zionis, Makin Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Alesha Maryam
Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Konflik yang terus berlangsung di jalur Gaza hingga saat ini tidak hanya menyisakan kehancuran fisik, tetapi juga menghadirkan krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa masyarakat sipil Palestina menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari agresi berkepanjangan tersebut. Serangan yang terjadi tidak hanya merenggut nyawa warga yang masih hidup, tetapi juga menyentuh martabat mereka yang telah meninggal dunia. Banyak warga Palestina, termasuk anak-anak, menjadi korban kekerasan, sementara sejumlah laporan menyebutkan adanya pembongkaran makam dan pemindahan jenazah dari tanah tempat mereka dimakamkan. Di sisi lain, wilayah penduduk Israel di Gaza terus meluas seiring persiapan operasi militer baru untuk memperkuat kontrol atas kawasan tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik di Gaza bukan sekadar persoalan perebutan wilayah, melainkan juga persoalan kemanusiaan yang semakin memprihatinkan.

Kalimantan Post

Fakta lain yang turut menjadi perhatian dunia adalah tingginya jumlah korban jiwa serta dampak perang terhadap kelompok rentan. Hingga saat ini, korban meninggal dunia di Gaza dilaporkan mencapai lebih dari 72 ribu orang, sementara ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka akibat serangan bersenjata. Anak-anak menjadi kelompok yang paling berdampak, termasuk banyak di antaranya harus menjalani amputasi karena luka berat dan terbatasnya fasilitas kesehatan. Selain itu, Gaza juga disebut sebagai salah satu wilayah paling berbahaya bagi jurnalis, dengan lebih dari 300 pekerja media dilaporkan tewas sejak konflik memanas pada 7 Oktober 2023. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa perang di Gaza telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang berdampak luas terhadap keselamatan warga sipil, hak anak, sampai kebebasan pers (antaranews.com, 19/5/2026).

Agresi yang terus berlangsung di Jalur Gaza memperlihatkan bahwa upaya gencatan senjata belum mampu menghentikan penderitaan warga sipil Palestina. Dukungan politik dan militer dari Amerika Serikat dinilai turut memengaruhi keberlanjutan konflik di Gaza, sehingga jumlah korban terus meningkat termasuk Perempuan dan anak-anak. Tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah dan fasilitas umum, konflik ini juga mengancam kebebasan pers karena banyak jurnalis menjadi korban saat melaporkan kondisi di Gaza.

Baca Juga :  Hari Buruh, Nasib Buruh Tetap Buruk?

Persoalan gaza bukan sekedar konflik perebutan wilayah, tetapi juga berkaitan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina. Pendudukan yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat masyarakat hidup dalam ketakutan, kehilangan tempat tinggal, serta kesulitan menjalani kehidupan dengan aman dan layak. Oleh sebab itu, dunia internasional dan umat Islam diharapkan memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina.

Keadaan tersebut turut memperlihatkan bahwa persatuan negara-negara muslim dalam membela Palestina masih belum berjalan secara maksimal. Perbedaan kepentingan politik dan nasional di antara negara-negara muslim sering kali menjadi penghambat terbentuknya langkah bersama yang paling kuat. Akibatnya, dukungan yang diberikan sebagian besar masih terbatas pada kecaman dan bantuan kemanusiaan, sementara penyelesaian konflik belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Allah SWT berfirman, “Dan mengapa kami tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim’….” (QS. An Nisa : 75). Ayat tersebut menegaskan pentingnya membela kaum tertindas dan membantu mereka yang mengalami kezaliman. Dan Rasulullah SAW juga bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan deman”. (HR Bukhari dan Muslim). Hadist tersebut menggambarkan bahwa penderitaan yang dialami sesama muslim seharusnya menumbuhkan rasa peduli dan solidaritas di antara umat Islam.

Pembelaan terhadap Palestina dipandang membutuhkan persatuan umat Islam yang lebih kuat dan nyata dalam menghadapi berbagai bentuk penindasan yang terjadi. Ukhuwah Islamiah tidak hanya diwujudkan melalui rasa simpati atau bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kesatuan langkah dan kepedulian bersama terhadap kondisi kaum muslim di berbagai belahan dunia. Sebagian kalangan memandang bahwa diperlukan kepemimpinan dan kerja sama yang kuat antarnegara muslim agar dukungan terhadap Palestina dapat berjalan lebih terarah dan efektif, sehingga perjuangan membela Palestina dapat dilakukan secara lebih terarah.

Baca Juga :  AYO BERKURBAN

Persatuan umat Islam dinilai penting dalam memperkuat dukungan kemanusiaan dan diplomasi serta berbagai tindakan kekerasan yang menimpa rakyat Palestina dengan kekuatan yang terorganisasi dianggap memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Palestina, membantu pemulihan kehidupan mereka, dan mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup aman serta bermartabat di tanah mereka sendiri. Selain itu, kerja sama yang kuat antarnegara muslim juga diyakini dapat memperbesar pengaruh umat Islam dalam memperjuangkan keadilan bagi Palestina di tingkat internasional.

Banyak pihak memandang bahwa membangun kembali persatuan umat Islam menjadi salah satu agenda penting yang perlu diperhatikan saat ini. Persatuan tersebut diharapkan mampu menggerakkan potensi besar dunia Islam, termasuk dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai upaya yang sesuai dengan nilai-nilai syariat dan kemanusiaan. Dengan adanya solidaritas yang kuat, perjuangan membela Palestina tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab rakyat Palestina semata, tetapi menjadi kepedulian bersama seluruh umat Islam di dunia.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertawakalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurut : 10). Dan juga Allah berfirman, “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai;…”. (QS. Ali Imran : 103). Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya disakiti”. (HR Bukhari dan Muslim). Melalui persatuan, kepedulian, dan solidaritas umat Islam, perjuangan membela Palestina diharapkan tidak hanya menjadi seruan sesaat, tetapi menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian. Dukungan moral, kemanusiaan, dan persatuan umat menjadi kekuatan penting agar rakyat Palestina dapat memperoleh hak hidup yang aman. Wallahu a’lam bish-shawab

Iklan
Iklan