Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

PLN Minta Maaf atas Pemadaman, Perkuat Pasokan Listrik dan Benahi Sistem Informasi

×

PLN Minta Maaf atas Pemadaman, Perkuat Pasokan Listrik dan Benahi Sistem Informasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA0089 scaled
Diskusi Interaktif bertajuk “Listrik Tak Boleh Mati Lagi” yang digelar di Gedung Kalimantan Post, Rabu (15/7/2026). (Kalimantanpost.com/Opiq)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – PT PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Kalimantan. Perusahaan memastikan terus mempercepat penanganan gangguan sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan agar kondisi serupa dapat diminimalkan.

Manager Pemasaran PLN, Muhammad Hendy, mengatakan seluruh jajaran PLN telah melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat proses pemulihan sistem. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat kendala berkepanjangan dalam proses penanganan, dan seluruh upaya difokuskan agar pasokan listrik kembali normal secepat mungkin.

Kalimantan Post

“Setelah kami melakukan koordinasi, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada kendala yang berkepanjangan. Kami terus berupaya agar pekerjaan penanganan gangguan dapat diselesaikan secepat mungkin. Kami memahami masyarakat turut terdampak dan merasakan langsung kondisi ini. Atas nama PLN, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan, khususnya di wilayah kerja kami, atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Hendy dalam acara dalam Diskusi Interaktif bertajuk “Listrik Tak Boleh Mati Lagi” yang digelar di Gedung Kalimantan Post, Rabu (15/7/2026).

Acara diskusi itu dipandu moderator Suckhrowardi dan dihadiri Gubernur Kalsel yang diwakili Kadis ESDM Kalsel Endarto, Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda
WKU Perindustrian Kadin Kalsel, Mahyuni, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, Ahli pers Faturrahman dan undangan lainnya.

Ia mengungkapkan, PLN juga mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, termasuk melalui penambahan alokasi pembangkit sebagai langkah memperkuat cadangan daya.

Hendy menjelaskan, ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan, sistem kelistrikan idealnya disangga oleh pembangkit cadangan. Namun, apabila kapasitas pembangkit pendukung tidak mencukupi, PLN harus melakukan pengaturan atau penyeimbangan beban agar sistem tetap stabil.

Baca Juga :  Warisan Imam Bukhari Satukan Cendekiawan Dunia dalam Konferensi Internasional di Samarkand

“Langkah tersebut terpaksa kami lakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar, yakni blackout atau padam total yang dapat melumpuhkan seluruh sistem kelistrikan,” katanya.

Di sisi lain, PLN juga mengevaluasi mekanisme penyampaian informasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman bergilir. Selama ini informasi disebarluaskan melalui grup WhatsApp yang melibatkan perangkat pemerintah, mulai dari ketua RT, RW, lurah, camat hingga instansi terkait.

Namun, Hendy mengakui penyampaian informasi melalui aplikasi pesan singkat saja belum mampu menjangkau seluruh pelanggan. Oleh karena itu, PLN akan memperkuat berbagai kanal komunikasi agar informasi pemadaman dapat diterima masyarakat secara lebih cepat, luas, dan akurat.

“Seluruh unit kerja, mulai dari UP2B, UP3 hingga ULP, kami minta aktif menyampaikan jadwal pemadaman kepada masyarakat sebagai bentuk peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pengaturan beban, PLN juga menerapkan skala prioritas dengan memastikan objek-objek vital tetap memperoleh pasokan listrik semaksimal mungkin. Fasilitas seperti rumah sakit, layanan kesehatan, fasilitas pelayanan publik, serta infrastruktur penting lainnya menjadi prioritas utama untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat selama proses pemulihan sistem berlangsung.

Hendy juga mengungkapkan mulai 11 Juli lagi tidak ada lagi Pemandaman listrik di Kalimantan Selatan. (nau/ful/KPO-3)

Iklan
Iklan