Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Pekerja Kalah Bersaing, Indonesia Dorong Investasi Lewat RUU Cipta Kerja

Pekerja Kalah Bersaing, Indonesia Dorong Investasi Lewat RUU Cipta Kerja

Ekonomi

Banjarmasin, KP – Guru Besar Ekonomi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Prof. Handry Imansyah menilai produktifitas pekerja dan buruh di Indonesia yang kalah saing dibanding negara tetangga, membuat pemerintah harus mendorong investasi baru salah satunya melalui RUU Cipta Kerja.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas melambat dengan adanya Covid. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga ya ada dua cara yakni dengan mendorong investasi baru secara kapital atau meningkatkan produktivitas pekerja. Kondisi saat ini, jelas produktivitas pekerja dan buruh kita ini bermasalah. Jangankan di tingkat Asia, di tingkat ASEAN saja kita kalah saing,” kata Handry dalam diskusi virtual yang dilakukan PWI Kalimantan Selatan, Rabu (15/7).

Menurut Handry, pertumbuhan produktivitas Indonesia sangat lambat nyaris di sektor-sektor di mana negara-negara lain justru unggul. Dari 2010-2014, bahkan hanya beberapa sektor seperti garmen, karet, dan plastik yang produktivitasnya bisa bersaing.

“Dari data pertengahan dekade ini, pertumbuhan produktivitas kita hanya dapat skor 0,4. Ini tertinggal dibandingkan Filipina (0,7), Malaysia (1,0), dan Singapura (1,3). Bahkan tren lima tahun terakhir Vietnam dan Kamboja sudah lebih superior produktivitas buruhnya dibanding Indonesia,” kata Handry.

Ekonom asal Kalimantan ini juga menekankan bahwa dalam persaingan global ekonomi saat ini, para pekerja juga perlu melihat negara-negara tetangga dan saingan untuk menetapkan tuntutan. “Kalau kita hanya melihat kondisi di dalam negeri saja, ini seperti katak dalam tempurung. Kenyataannya, investor pasti akan masuk di negara yang produktivitasnya tinggi. Di Indonesia saat ini keadaannya produktivitasnya rendah, upah pekerjanya juga lebih tinggi,” kata Handry.

Oleh karenanya, Handry melihat pemerintah sebagai pengambil keputusan memang harus segera mendorong kebijakan dan insentif lain demi menarik investasi baru agar terhindar pertumbuhan ekonomi yang minus.

“Kesempatan kerja harus dibuka, tidak bisa dinafikan perlu ada investasi baru. Insentif-insentif dan kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business yang sudah bagus ini harus ditingkatkan lagi melalui RUU Cipta Kerja,” kata Handry melanjutkan.

Saat ini, pilihan untuk melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja dinilai sudah tepat. Pengesahan beleid lebih cepat juga diyakini bisa segera mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia. “Dari berbagai pilihan yang bisa dilakukan, peningkatan investasi jadi yang paling mungkin untuk dikejar saat ini sehingga memang perlu ada regulasi yang mengatur kemudahan investasi ini,” kata Handry menutup.(vin/KPO-1)

RUU Cipta Kerja Solusi Menggeliatkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

RUU Cipta Kerja Solusi Menggeliatkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Siswansyah mengklaim sebanyak 10.000 orang lebih tenaga kerja di Banua ikut terdampak Pandemi Covid-19.

Karena itulah dirinya mengatakan, pemerintah sedang berupaya menggeliatkan sektor ekonomi untuk menekan angka pengangguran dengan membuat berbagai kebijakan, salah satunya mendorong lahirnya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menarik banyak investor masuk dan menyerap tenaga kerja.

Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan seminar daring dengan tema “RUU Cipta Kerja: Sebuah Peluang Terciptanya Lapangan Kerja Bagi Pengangguran” yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Rabu (15/7/2020) via Aplikasi Zoom.

“10.000 orang lebih tenaga kerja di Kalsel kami hitung sudah terdampak adanya pandemi Covid-19, angka tersebut adalah mereka yang dirumahkan maupun di PHK. Data itu kita dapatkan dan kumpulkan dari organisasi Serikat Pekerja terdaftar maupun mandiri hingga perusahaan yang melaporkannya ke disnaker yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel,” ungkapnya.

Karena itulah kehadiran RUU Cipta Kerja sendiri diharapkan dapat menjadi angin segar untuk kembali menggeliatkan sektor ekonomi di Indonesia setelah badai Pandemi Covid-19 berakhir nantinya.

“Melalui RUU Cipta Kerja harapannya investor setelah Pandemi Covid-19 berakhir jadi tertarik dalam menginvestasikan uangnya ke Indonesia untuk membuka usaha dan menyerap tenaga kerja yang terdampak Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Pakar Ekonomi Universtas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Dr. M Handry Imansyah, MAM juga menambahkan, RUU Cipta Kerja baginya diperlukan untuk membuat kepastian bagi semua pemangku kepentingan untuk mendorong geliat sektor ekonomi yang kini sedang terdampak Pandemi Covid-19.

Namun memang diakuinya dalam perjalan pengesahannya RUU Cipta Kerja sendiri mendapatkan protes dari berbagai pihak, khususnya para buruh. Hal ini karena dalam beberapa klausulnya di klaim merugikan mereka, khususnya dalam hal pengupahan.

“Pada prinsipnya RUU Cipta Kerja sangat baik, karena dapat membuat investor tertarik untuk berinvestasi maupun menyederhanakan berbagai perizinan. Namun memang untuk beberapa pasal yang menjadi perdebatan hendaknya dapat dibahas bersama dengan semangat kepentingan nasional, agar dapat diperoleh solusi supaya pengesahan RUU ini tidak berlarut-larut,” harapnya.

Baginya saat ini saja melalui simulasi yang dilakukannya dengan persentase 15 persen pelaku usaha terdampak Pandemi Covid-19, sudah ada kurang lebih 15.000 orang kehilangan pekerjaannya di Banua. Angka ini sebenarnya jauh lebih tinggi jika melihat keadaan yang sebenarnya.

“Karena itulah RUU Cipta Kerja ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan kembali ekonomi nasional setelah Pandemi Covid-19 berakhir nantinya,” tukasnya.(vin/KPO-1)

Dispersip Kalsel Inginkan Pustakawan Wakili di Tingkat Nasional Bisa Juara

Dispersip Kalsel Inginkan Pustakawan Wakili di Tingkat Nasional Bisa Juara

Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Sembilan Pustakawan terbaik dari tujuh kabupaten/Kota ambil bagian untuk menjadi perwakilan ketingkat Nasional yang diseleksi oleh Dinas Perpuastakan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi kalimantan Selatan.
.
Para pustakawan yang terdiri dari Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Dispersip kabupaten kota tersebut mengikuti sejumlah tes yang berlangsung di Aula Dispersip Provinsi Kalsel Rabu (17/7/2020).

Sekretaris Dinas Perspustakaan dan Arsip Kalsel M Ramadhan mengatakan pemeilihan putakawan tersebut adalah sebagai peningkatan sumber daya perpustakaan agar lebih meningkat dan menumbuh kembangkan minat di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan Perpustakaan Provinsi kalsel dimana mengekspresikan sumber daya para perpustakawanan agar lebih kreatif dan meningkat,” kata Ramadhan.

Dalam tes pemilihan tersebut para peserta nantinnya bakal menjawab sejumlah pertanyaan dan mempresentasikan ide-ide pengembangan layanan perpustakaan .

“Kita mengharapkan ada perwakilan pustakawan dari Kalsel yang mewakili juara di tingkat Nasional nanti, semoga saja mereka mampu melewatinnya,” ucap Ramadhan

Dicontohkan Ramadhan, Kalsel memiliki Ahmad Syawqi, seorang pustakawan yang berprestasi di tingkat internasional, tepatnya di ajang Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL) ke-XVII di Myanmar 2-5 Mei 2018 lalu. Syawqi berhasil meraih juara 2 dan meraih medali Silver (perak) dalam CONSAL Outstanding Librarian Award ke- XVII.

“Kita mengharapkan terlahir Syawqi- syawqi lain yang bisa pula mengharumkan nama daerah,” katanya.

Sementara salah seorang peserta pustakawan, Hamsinah mengatakan, ini merupakan uji kemampuan para pustakawan-pustakawan guna untuk lebih meningkatkan prestasi.

“Semoga saja Kalimantan Selatan mampu menciptakan pustakawan-pustakawan yang berprestasi,” katanya.

Para peserta terdiri dari kalangan pustakawan sekolah, perguruan tinggi, dan dispersip kabupaten/kota yang berasal dari daerah Tanjung, HSU, HSS, Kabupaten Banjar, Tala serta Banjarmasin yang terdiri dari kalangan pustakawan sekolah, perguruan tinggi, dan dispersip kabupaten kota (fin/KPO-1)

Pedagang HSU Keluhkan Larangan Berjualan

Pedagang HSU Keluhkan Larangan Berjualan

Ekonomi

Banjarmasin, KP – Pedagang kaki lima di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengeluhkan larangan berjualan di wilayah Kabupaten Tabalong, yang sudah berlaku lebih dari empat bulan.

Bahkan pedagang keliling ini berencana melakukan aksi boikot terhadap pedagang yang berjualan di wilayah Kabupaten HSU, mengingat mereka kehilangan penghasilan.

“Kita kehilangan penghasilan yang cukup besar selama pemberlakuan larangan berjualan di Kabupaten Tabalong, karena alasan mencegah penyebaran Covid-19,” kata salah seorang pedagang, H Humaidi kepada wartawan, Rabu (15/7/2020), di Banjarmasin.

Padahal pasar yang menjanjikan ini berada di Kabupaten Tabalong, seperti Pasar Kelua, Pasar Mabuhun dan Pasar Muara Uya pada hari Kamis, Sabtu dan Minggu. “Jumlah kita cukup besar mencapai 500 orang pedagang,” tambahnya.

Keluhan ini disampaikan ke anggota DPRD Kalsel dari daerah pemilihan Kalsel VI, yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan dan Tabalong, didampingi Wakil Ketua DPRD HSU, Mawardi dan Ketua Komisi II DPRD HSU, Fadillah.

“Selama ini pedagang tidak bisa berjualan di Kabupaten Tabalong, karena ada surat edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tabalong, tanggal 17 Juni. Yang melarang pedagang untuk berusaha di daerah mereka,” kata Wakil Ketua DPRD HSU, Mawardi.

Saat mengadu di DPRD HSU, tidak sedikit pedagang yang sampai meneteskan air. Mereka merasa cukup frustasi jika aturan di Tabalong tentang larangan berdagang akan makin menurunkan kondisi ekonomi.

Selain itu, mereka siap mengikuti peraturan jika memang di berlakukan. “Seperti di daerah tangga, di Barito Timur. Pedagang bisa berjualan asalkan menunjukan hasil rapid test,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten HSU, Fadillah agar DPRD Kalsel menindaklanjuti agar kekhawatiran itu tidak terjadi.

“Salah satunya dengan menjembatani mediasi dengan Pemkab Tabalong, karena upaya yang dilakukan selama ini belum direspon kabupaten tetangga,” kata Fadillah.

Padahal dengan pengaduan pedagang pada 24 Juni lalu, DPRD HSU berkomunikasi dengan DPRD Tabalong yang berjanji akan membantu mediasi dengan pemerintah. “Yang kami miris, setelah mereka masuk Tabalong dan buka lapak dagangan, justru ditertibkan. Padahal di perbatasan waktu itu tidak ada dijaga,” tambahnya.

Sementara itu, Hormansyah mengharapkan Pemkab Tabalong bersikap bijak dengan mencabut surat edaran tersebut, dan DPRD Kalsel akan memfasilitasi mediasi antara Pemkab HSU dan Tabalong, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut.

“Kalau memang pedagang harus menaati protokol kesehatan saat masuk daerah tersebut, ya mereka pasti akan taat. Tapi jangan sampai dilarang berjualan,” pungkasnya. (lyn/KPO-1)

H Andi Arsyad Tutup Usia. H Yuni: Beliau Sosok Teladan

H Andi Arsyad Tutup Usia. H Yuni: Beliau Sosok Teladan

Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Kepergian H Andi Arsyad Bin Conding, meninggalkan rasa duka cita mendalam bagi H Andi Syamsudin Arsyad atau biasa dikenal H Isam dan keluarga besarnya. Sang ayah berpulang pada Selasa (14/7) sore, setelah menderita sakit.

Duka cita turut dirasakan para ulama, habaib, pejabat, tokoh masyarakat dan kolega yang hadir dalam prosesi pemakaman pada Rabu (15/7) pagi.

Begitu pun yang dirasakan H Yuni Abdi Nur Sulaiman. Begitu mendengar kabar duka, H Yuni, panggilan akrabnya, langsung bertolak ke Batulicin, Rabu (15/7) dinihari tadi.

Baginya, sosok H Andi Arsyad sudah dianggap sebagai orangtua yang selalu membimbing dan perhatian kepada anak-anak dan keluarga.

“Kami merasa kehilangan atas kepergian ayahnda H Andi Arsyad. Beliau merupakan sosok ayah teladan, ayah yang perhatian. Juga, terhadap ulun pribadi. Almarhum sangat baik, selalu memberikan nasehat dan bimbingan dalam menjalani kehidupan,” tutur H Yuni mengenang sosok almarhum semasa hidupnya.

Semoga, lanjutnya, semua kebaikan yang dilakukan almarhum semasa hidup menjadi amal jariah. “Almarhum orang yang baik, mudah-mudahan semua kebaikan dan amal ibadah beliau, menjadi pahala yang dilipatgandakan Allah SWT,” ucap Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat itu.

Selain mendoakan almarhum, H Yuni juga memberikan dukungan moril untuk H Isam dan keluarga. “Ulun mewakili keluarga dan Hasnur Group, juga mendoakan, Pak Haji Isam sekeluarga bisa bersabar dan ikhlas melepas kepergian ayahnda. Semoga Allah merahmati kita semua,” harapnya, usai acara pemakaman.

Diketahui, H Andi Arsyad wafat dalam usia 73 tahun. Almarhum lahir pada tanggal 1 Februari 1947 dan wafat pada hari Selasa, 14 Juli 2020.

Masih Musim Hujan, Karhutla Patut Diwaspadai

Masih Musim Hujan, Karhutla Patut Diwaspadai

Balangan

Balangan, KP – Cuaca panas yang akhir-akhir ini seringkali ‘selingkuh’ dengan guyuran hujan, tidak membuat tim Karhutla KPH Balangan galau.

Meski belum memasuki puncak musim kemarau, KPH Balangan terlebih dahulu mengambil langkah untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Senin (13/7).

Sosialisasi tersebut untuk meminimalisir fenomena tahunan di beberapa titik rawan, seperti di Desa Mamigang dan Marajai Kecamatan Halong.

Langkah-langkah pencegahan tentunya lebih diutamakan, terlebih pada dua desa tersebut juga termasuk desa peduli karhutla.

M Yasin, anggota TKPH yang terlibat dalam giat sosialisasi mengatakan sosialisasi ini lebih kepada penekanan kesadaran masyarakat akan bahaya karhutla, baik individu maupun kelompok atau komunitas.

“Kita tekankan kepada masyarakat, jangan mudah terkecoh. Meski masih turun hujan, bukan nihil karhutla. Prediksi kita puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Tetap waspada, hindari kegiatan yang dapat menimbulkan karhutla seperti membuang puntung rokok sembarangan. Dan yang paling penting jangan membakar hutan dan lahan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Iman Noari (Bakrim) juga menyampaikan kepada warga agar lebih waspada, karena karhutla terjadi bukan hanya karena faktor kesengajaan, melainkan juga faktor kelalaian manusia itu sendiri. “Jangan terlena karena masih turun hujan, tetap waspada,” pungkas Iman. (adv/K-2)

Dandim Barabai Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT Ke-62  Kodam VI/Mlw

Dandim Barabai Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT Ke-62 Kodam VI/Mlw

Hulu Sungai Tengah

Barabai, KP – Rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-62 Kodam VI/Mulawarman belum berakhir, kali ini Kodim 1002/Barabai dan Yonif 621/Manuntung melaksanakan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Pagat di jalan Tanjungpura desa Pagat kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (15/7).

Ziarah rombongan dipimpin langsung oleh Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh Ishak H.Baharuddin,S.I.P.,M.I.Pol, yang diikuti oleh Danyonif 621/Manuntung Mayor Inf Yoga Yustinanda,S.I.P.

Diawali dengan penghormatan kepada para arwah dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, kemudian peletakan karangan bunga oleh pimpinan ziarah rombongan serta tabur bunga yang diikuti oleh seluruh peserta ziarah.

Usai acara rombongan Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Muh Ishak H.Baharuddin,S.I.P.,M.I.Pol, menyampaikan bahwa ziarah rombongan dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-62 Kodam VI/Mulawarman yang jatuh pada tanggal 18 Juli 2020.

“Ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan atas jasa-jasanya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.Teriring do’a kita panjatkan semoga amal ibadah dan pengorbanan para pahlawan diterima oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan ziarah rombongan,: Para Perwira Kodim 1002/Barabai dan Yonif 621/Manuntung, Anggota dan PNS Kodim Barabai, anggota Yonif 621/Mtg, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1002 Dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Yonif 621.(Ary/KPO-1)

Dewan Monitoring Pilkada di Batola

Dewan Monitoring Pilkada di Batola

Barito Kuala

Marabahan, KP – Komisi I DPRD Kalsel kembali melakukan monitoring persiapan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, dan kali ini dilakukan di Kabupaten Barito Kuala.

“Kita perlu melakukan monitoring dan melihat persiapan yang telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Kuala,” kata Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Hj Rachmah Norlias dalam press realise yang diterima KP, kemarin.

Rachmah Norlias mengungkapkan, monitoring juga untuk melihat sejauh mana persiapan yang telah dilakukan KPU setempat dalam menyambut Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Juga untuk mendengarkan masukan dari KPU setempat, baik kendala yang dihadapi, usulan maupun harapan terkait pelaksanaan Pilkada,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal ini dikarenakan pelaksanaan Pilkada kali ini memiliki tantangan yang besar, mengingat dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, seperti tahapan penerimaan PPK, PPS dan PPDP, termasuk ketersediaan anggaran dan lainnya.

Diantaranya masalah rapid test untuk petugas di lapangan yang hingga kini belum bisa dilakukan, mengingat KPU sudah melakukan MoU dengan pihak ketiga sebesar Rp350 ribu per orang.

Namun ada surat edaran dari Kementerian Kesehatan pada 6 Juli lalu, yang memberlakukan besaran batas tarif rapid test sebesar Rp150 ribu, sehingga berpengaruh pada kerjasama dengan pihak ketiga.

“Mereka kesulitan menyediakan alat rapid test, sehingga petugas KPU belum bisa turun ke lapangan dan ini cukup mengganggu persiapan Pilkada,” jelas Rachmah Norlias.

Ketua KPU Barito Kuala, Rusdiansyah mengatakan, pertemuan ini menjadi wadah bagi KPU setempat untuk menyampaikan aspirasi dan kendala di lapangan, agar bisa dicarikan solusinya.

“Mudah-mudahan pertemuan ini juga menjadi bahan masukan dan informasi untuk mendapatkan solusi yang terbaik nantinya”, ujarnya. (lyn/KPO-1)

PDAM Ganti Flow Meter, Pelanggan Air Bersih Sungai Lulut Distop Lima Jam

PDAM Ganti Flow Meter, Pelanggan Air Bersih Sungai Lulut Distop Lima Jam

Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Salah satu upaya meningkatkan layanannya ke masyarakat Ibukota Kalsel dan pelanggan PDAM Bandarmasih, perusahaan air bersih ini akan melakukan penggantian Flow Meter Distribusi Booster Sungai Lulut Diameter 200 milimeter dan Gate Valve Diameter 150 milimeter serta diameter 100 milimeter.

Kegiatan pergantian peralatan yang dijadwalkan Rabu (15/7/2020) tersebut berdampak dimatikannya sementara pompa milik PDAM, sehingga distibusi air ke pelanggan di kawasan Jalan Sungai Lulut khususnya dari kawasan Pasar Sungai Lulut hingga Kilometer 9,5 harus terhenti sementara.

“Kegiatan pergantian flow water ini adalah alat untuk mengukur jumlah kubikasi air yang dikeluarkan dari booster PDAM kepada pelanggan. Saat ini usianya sudah tua dan harus diganti,” ujar Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid, Selasa (14/7/2020) malam.

Wahid mengatakan pengerjaan tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 Wita dan direncakan telah berakhir pada pukul 14.00, atau diperkirakan akan memakan waktu 5 jam.

“Kalau biasanya pergantian pipa akan kita kerjakan pada malam hari. Namun untuk alat yang satu ini memang harus dilakukan pergantian pada siang hari karena dibutuhkan akurasi tinggi dalam prosesnya. Jadi kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketindaknyamanan ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan alat penampungan air untuk keperluan selama proses pengerjaan dilakukan.(vin/KPO-1)

Ayahanda H Isam Meninggal Dunia, Gubernur Kenang Kebaikan Almarhum

Ayahanda H Isam Meninggal Dunia, Gubernur Kenang Kebaikan Almarhum

HEADLINE

Banjarbaru, KP – Andi Arsyad bin Conding ayahanda H Samsudin Andi Arsyad atau biasa dikenal H.Isam, meninggal dunia, Selasa (14/7). Kepergian Andi Arsyad meninggalkan duka tersendiri bagi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Gubernur yang biasa disapa Paman Birin, itu tidak lain saudara ipar almarhum. Mengetahui berpulangnya Andi Arsyad, Paman Birin, mengirimkan doa kepada almarhum.

“Almarhum orang yang baik, semoga semua amal ibadah beliau dilipatgandakan Allah SWT,” ujar Paman Birin.

Paman Birin sangat mengenal almarhum. Menurut Sahbirin almarhum sosok orang tua yang perhatian kepada anak-anaknya. Almarhum juga baik kepada semua keluarga bagi keluarga dirinya sendiri maupun keluarga dari almarhum istri Andi Arsyad.

“Beliau sosok teladan ayah yang baik dan saudara yang baik. Semoga semua kebaikan yang dilakukan almarhum semasa hidup menjadi amal jariah,” katanya.(mns/KPO-1)

Dispersip Gelar Seminar Online dengan Najwa Shihab

Dispersip Gelar Seminar Online dengan Najwa Shihab

Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Presenter Kondang Najwa Shihab bakal menjadi pembicara di Web Seminar (Webinar) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel.

Dengan mengusung tema “Literasi Bahagia di Masa Pandemi”, seminar tersebut akan diselenggarakan secara online di aplikasi Zoom Metting Dispersip.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, Hj Nurliani Dardie ,mengatakan ini merupakan kali pertama Dispersip Kalsel menyelenggarakan seminar melalui aplikasi zoom metting.

“Siapa yang tak mengenal Najwa seorang Duta Baca Indonesia dan Presenter kondang, tentunnya ini suatu kesempatan baik bagi kita semua,” katannnya. Rabu (14/7/2020)

Dikatakannya pula dalam seminar tersebut Dimana kouta yang tersedia mengikuti mencapai kurang lebih 500 orang.

“Insya allah rencananya acara ini akan digelar Jumat 24 Juli 2020 pukul 14:00 WIB dan terbuka untuk kuota 500 orang, serta webinar tersebut juga akan ditayangkan di Youtube Dispersip Provinsi,”kata Nurliani atau yang akrab disapa bunda Nunung.

Dijelaskannya pelaksanaan webinar tersebut sesuai dalam surat permohonan yang dikirim Dispersip Kalsel, 30 Juni lalu, ke Perpustakaan Nasional RI, tak hanya meminta dihadirkannya Najwa Shihab akan tetapi juga meng inginkan kehadiran Kepala Perpustakaan Nasional RI, M Syarif Bando, menjadi keynote speaker (Pembicara utama).

“Mudah mudahan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Nurliani yang akrab disapa Bunda. (fin/KPO-1)

DPRD Kalsel Fasilitasi Audensi Virtual

DPRD Kalsel Fasilitasi Audensi Virtual

Politika

Banjarmasin, KP – Sekretariat DPRD Kalsel memfasilitasi audensi virtual bersama sejumlah pejabat dan anggota legislatif, agar mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Kalsel bisa menyampaikan aspirasinya.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan saat unjuk rasa mahasiswa di ruas Jalan Lambung Mangkurat, yang menuntut penolakan terhadap RUU Omnibus Law, Senin kemarin.

Pasalnya, aksi mahasiswa ini mengancam akan menggelar aksi demo lebih besar pada Kamis (16/07), jika dewan tidak memfasilitasi audensi dengan gubernur Kalsel, Pemkab/kota se Kalsel, anggota DPR dan DPT RI asal Banua.

Kabag Risalah dan Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan, pihaknya hanya bertindak selaku fasilitator terkait penyediaan tempat dan perangkat yang akan digunakan untuk audiensi melalui ZOOM Meeting.

“Kita hanya menyediakan tempat dan mewakili untuk menghubungi mereka yang akan ikut audiensi,” kata Ijai, panggilan akrab M Jaini kepada wartawan, Selasa (14/6/2020), di Banjarmasin.

Sementara untuk moderator, menurutnya, murni dari pihak mahasiswa yang hanya diwakili oleh satu orang atas nama Ahmad Rinaldi, dan digelar di ruang BP Perda di lantai 1 Gedung DPRD Kalsel.

“Selaku moderatornya dari BEM Kalsel, tempatnya di dewan, cuma dari mereka saja yang duduk untuk diskusi virtual. Jadi misalnya Ketua DPRD, kehadirannya ya secara virtual,” jelasnya lagi.

Sedangkan konfirmasi kehadiran para undangan, terutama dari kalangan anggota DPD dan DPR RI Dapil Kalsel, Ijai mengungkapkan, telah menghubungi anggota DPR dan DPD RI untuk konfirmasi kehadiran.

“Saat ini yang menyatakan kesiapannya hadir adalah anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayudha,” ungkap Ijai.

Ijai mengakui jika persiapan memang dilakukan dalam waktu singkat, sehingga untuk undangan audiensi hanya dapat dikirim dalam bentuk digital untuk menghemat waktu.

“Kita sudah mengantongi kontak-kontaknya dan terus dihubungi untuk meminta konfirmasi kesediaannya hadir dalam audiensi,” tambahnya.

Termasuk pula Gubernur, Sahbirin Noor, yang sangat diharapkan kehadirannya oleh mahasiswa agar dapat berdiskusi terkait masalah yang terjadi di provinsi ini. (lyn/KPO-1)

Kerusakan Alam Sebabkan Banjir Tanah Laut

Kerusakan Alam Sebabkan Banjir Tanah Laut

Tanah Laut

Pelaihari, KP – Eksploitasi sumber daya alam dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga tidak mampu menampung luapan air saat hujan turun, sehingga menimbulkan banjir besar di Kabupaten Tanah Laut.

“Kerusakan lingkungan menyebabkan sungai tidak mampu lagi menahan guyuran hujan, sehingga menyebabkan banjir,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo yang dihubungi wartawan, Selasa (14/7/2020), di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Imam Suprastowo, banjir kali ini adalah yang terparah dalam 38 tahun terakhir, karena merendam sebanyak 1.349 unit tempat tinggal warga, yang dihuni 1.535 kepala keluarga atau 5.112 jiwa.

Selain itu, juga merusak beragam fasilitas umum dan tempat tinggal warga, dampak banjir beberapa hari terakhir mengakibatkan perekonomian masyarakat sempat lumpuh.

“Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrim, dan tingginya intensitas hujan sejak Sabtu pekan lalu,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Imam Suprastowo mengungkapkan, sebetulnya banjir ini disebabkan kondisi alam yang banyak gundul, baik akibat penebangan hutan maupun pertambangan, sehingga tidak mampu menyerap air hujan.

“Jadi hujan sedikit saja sudah menyebabkan banjir, apalagi cuaca ekstrim seperti sekarang,” ujar Imam Suprastowo yang meninjau lokasi banjir di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan normalisasi sungai berskala besar, agar limpahan curah hujan bisa mengalir ke sungai, tanpa meluap dan mengenangi pemukiman warga.

“Normalisasi sungai berskala besar pernah dilakukan 10 tahun lalu, dan kini memerlukan normalisasi secara menyeluruh agar tidak menyebabkan banjir,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Idealnya, sudah saatnya normalisasi sungai besar-besaran segera dikerjakan, mengantisipasi bencana seperti yang menimpa ribuan warga sekarang ini, namun ini memakan biaya yang sangat besar.

“Bagaimanapun kita sudah menikmati pendapatan dari hasil hutan dan tambang, sehingga kini merasakan dampak kerusakan tersebut dengan bencana banjir,” ujar Imam Suprastowo.

Bahkan, DPRD Kalsel merencanakan untuk mengusulkan normalisasi sungai ini, namun dilakukan bersama-sama, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Karena biayanya cukup besar, bahkan bisa lebih dari Rp100 miliar lebih untuk melakukan revitalisasi dan normalisasi sungai,” tambahnya. (lyn/KPO-1)

SLBC akan jadi Karantina Khusus, Disdik Berharap Operasional Ditanggung Gugus Tugas

SLBC akan jadi Karantina Khusus, Disdik Berharap Operasional Ditanggung Gugus Tugas

HEADLINE

Banjarbaru, KP – Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kalsel merencanakan menambah dua lokasi karantina khusus pasien covid-19.

Dua lokasi tersebut SPN Banjarbaru dan Sekolah Luar Biasa (SLB) C Negeri Pembina Liang Anggang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Kalimantan Selatan, HM Yusuf Effendi, mengatakan surat dari Gugus Tugas sudah ditindaklanjuti pihaknya.
Yusuf mengatakan pada dasarnya pihaknya setuju SLB menjadi tempat karantina.

“Pertimbangannya adalah Pertama karena saat ini siswanya belajar dari rumah. Keduadi lokasi tersebut ada sarama atau ruang pennginapan. Bukan ruang sekolah atau ruang belajar yang digunakan tapi penginapan yang bisa digunakan pihak penyewa,” kata Yusuf Effendi.(wan/KPO-1)

Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam Meninggal Dunia

Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam Meninggal Dunia

HEADLINE

Jakarta, KP – Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam atau Abdullah Syarief Mukhtar lahir di Bogor, 22 Pebruari 1948, meninggal dunia pada usia 72 tahun, di Rumah Sakit Veteran dr Suyoto.

Menurut dr Dani Pramudya, SpEM, yang mendampingi Abdullah Syam hingga saat meninggal dunia, mengatakan, Ketua Umum DPP LDII itu menderita komplikasi diabetes, hipertensi, dan jantung.

“Beliau meninggal dunia pada pukul 03.30 pada Selasa, 14 Juli 2020,” ujar Dani. Sebelumnya Abdullah Syam telah dirawat di rumah sakit selama lima hari. Karena kondisinya telah stabil, dokter yang merawat mengizinkan pulang. Namun sesampai di rumah kondisinya menurun kembali, “Beliau kemudian dirawat di rumah sakit hingga meninggal dunia,” ujar Dani.

Abdullah Syam dilantik menjadi Ketua Umum DPP LDII sejak 1998-2005, 2005-2011, 2011-2016, dan 2016-2021. Dalam memimpin DPP LDII selama empat periode Abdullah Syam membawa perubahan dalam gerak organisasi, yang lebih inklusif dan lincah dalam membaca lingkungan strategis.

“Pada saat reformasi, Pak Abdullah Syam berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan menerbitkan Majalah Nuansa dengan izin resmi memakai SIUPP,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo.

Abdullah Syam selain menjadi birokrat dan peneliti di Kementerian Kehutanan merupakan sosok yang aktif. Dia tak segan-segan menyambangi warga LDII di wilayah Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, ia juga kerap menyambangi para pelajar atau warga LDII yang bekerja di luar negeri, untuk melihat secara langsung kegiatan pembinaan generasi muda.

Pada 2007, Abdullah Syam mempelopori gerakan “Paradigma Baru”, dan mengarahkan organisasi dan warga LDII lebih dekat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), “Paradigma baru itu, membuat hubungan LDII dengan MUI menjadi sangat dekat. Lima warga LDII menjadi pengurus MUI Pusat dan Pak Abdullah Syam juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan MUI,” ujar Ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso. Pada 2012 lalu, Abdullah Syam bersama ormas Islam lainnya ditunjuk sebagai anggota Amirul Haj.

Kedekatan LDII dan MUI terus berlanjut. LDII berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan MUI, seperti unjuk rasa menggolkan UU Antipornografi dan bersama-sama MUI menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Menurut Sekretaris Umum DPP LDII Dody T Wijaya, pada 2016, Abdullah Syam mengajak seluruh warga LDII menghormati para guru. Program itu diwujudkan dalam “Gerakan Ayo Menghormati Guru”, “Gerakan tersebut mengajak warga LDII dan seluruh bangsa Indonesia untuk menghormati para guru, baik guru dalam sekolah formal maupun nonformal seperti kyai, mubaligh-mubalighot, hingga orangtua,” ujar Dody.

Gerakan ini selalu dikenang, karena mengingatkan kembali fungsi sentral para guru dalam menentukan arah berbangsa dan bernegara.

Kini, Abdullah Syam telah berpulang ke sisi Allah. Semoga jasa-jasanya menjadi amal jariyah baginya, dan bermanfaat bagi LDII serta umat Islam pada umumnya.

DPP LDII menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk tenaga medis RS Veteran Suyoto yang sudah berupaya maksimal dalam menangani almarhum, sejak tiba di RS hingga akhir hayatnya.(vin/KPO-1)

Masalah Aset Masih Jadi Kendala

Masalah Aset Masih Jadi Kendala

Politika

Banjarmasin, KP – Masalah aset daerah milik Pemprov Kalsel hingga kini masih jadi kendala, walaupun penatausahaan terus diperbaiki, termasuk pemanfaatan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

Iklan