Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
PMK 37 Ditunda, Apakah Pajak Pedagang Online Jadi Batal?

PMK 37 Ditunda, Apakah Pajak Pedagang Online Jadi Batal?

HEADLINE

Tanya:  Perkenalkan nama saya Nastiti dari Balangan. Saya berjualan secara online melalui marketplace. Sebelumnya saya mendapat informasi bahwa ada ketentuan baru yang mengatur pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan pedagang online oleh marketplace. Namun, belakangan beredar kabar di media sosial bahwa ketentuan tersebut tidak jadi diberlakukan. Jadi, sebenarnya saya harus bagaimana?  Jawab: Kabar bahwa ketentuan tersebut tidak jadi diberlakukan perlu diluruskan. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memang menunda pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37 Tahun 2025 (PMK-37/2025). Namun, penundaan bukan berarti kebijakannya dibatalkan.  Sebelumnya, pada Juli 2026, DJP menunjuk empat penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebagai Pihak Lain yang memungut PPh atas penghasilan pedagang dalam negeri melalui marketplace. Empat marketplace yang sebelumnya ditunjuk tersebut adalah PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), PT Shopee International Indonesia, PT Tokopedia, dan PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada).  Namun, pada awal Agustus 2026, pemberlakuan PMK-37/2025 ditunda sampai dengan 31 Oktober 2026 sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Sejalan dengan penundaan tersebut, penunjukan sebelumnya akan dibatalkan dan dilakukan penunjukan kembali.  Artinya, substansi kebijakan tetap ada. Pemungutan PPh oleh marketplace yang nantinya ditunjuk sebagai Pihak Lain akan mulai berlaku pada 1 November 2026.  Tanya:  Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan sekarang sebagai pedagang online?  Jawab:  Tidak perlu panik. Masa penundaan justru dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan data dan memahami mekanismenya. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan apakah marketplace yang digunakan nantinya termasuk penyelenggara PMSE yang ditunjuk sebagai Pihak Lain.  Jika marketplace yang digunakan tidak ditunjuk sebagai Pihak Lain, penghasilan yang diterima pedagang tidak dipungut oleh marketplace. Pemenuhan kewajiban PPh tetap dilakukan sendiri oleh pedagang sesuai ketentuan yang berlaku.  Sebaliknya, jika marketplace yang digunakan ditunjuk sebagai Pihak Lain, pedagang dapat mulai menyiapkan informasi dan dokumen pendukung.  • NIK/NPWP pedagang;  • alamat korespondensi;  • Surat Pernyataan Peredaran Bruto, bagi pedagang orang pribadi; dan  • Surat Keterangan Bebas, apabila sudah memiliki fasilitas tersebut.  Tanya:  Kalau omzet saya belum sampai Rp500 juta, apakah marketplace langsung memungut PPh?  Jawab: …

Dinkes Kalsel Siapkan “Rumah Oksigen”

Dinkes Kalsel Siapkan “Rumah Oksigen”

HEADLINE

Banjarbaru, KP – Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel menyiapkan fasilitas “rumah oksigen” untuk membantu masyarakat yang membutuhkan oksigen di tengah kabut…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

Iklan